Home Internasional Usai kudeta militer di Madagaskar, Kolonel Michael Randrianirina resmi jabat presiden
Internasional

Usai kudeta militer di Madagaskar, Kolonel Michael Randrianirina resmi jabat presiden

Share
Kolonel Michael Randrianirina menyampaikan pidatonya di mahkamah konstitusi tinggi setelah dilantik sebagai presiden di Antananarivo, Madagaskar, Jumat, 17 Oktober 2025. FOTO : AP
Share

POPULARITAS.COM – Madagaskar, negara kepulauan berpenduduk 30 juta jiwa, terjadi satu revolusi dan dengan dukungan militer berhasil menggulingkan pemerintahan yang sah dibawah kepemimpinan Presiden Andry Rajoelina.

Kudeta militer dengan dukungan rakyat tersebut, hanya berlangsung tiga hari. Langkah tersebut berhasil menumbangkan pemerintahan yang sah dan sekaligus membentuk pemerintah baru.

Kolonel Michael Randrianirina, pemimpin pemberontakan militer itu, akhirnya resmi dilantik sebagai Presiden Madagaskar.

Sementara itu, Presiden Andry Rajoelina dilaporkan melarikan diri ke Paris dengan menggunakan pesawa militer.

Dikutip dari Africa News, Sabtu 18 Oktober 2025, upacara pelantikan Randrianirina berlangsung di Mahkamah Konstitusi Tinggi di ibu kota Antananarivo, di hadapan sembilan hakim dan perwira militer pada Jumat, waktu setempat.

Randrianirina, 50 tahun, sebelumnya dikenal sebagai komandan unit elit CAPSAT dan sempat dipenjara pada 2023 karena tuduhan pemberontakan. Ia mengatakan kudeta ini dilakukan demi “mengembalikan kejayaan Madagaskar” dan menyelesaikan masalah sosial seperti kemiskinan, ketidakamanan, dan pengangguran.

Madagaskar telah lama menghadapi krisis ekonomi dan politik. Sekitar 75 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan. Sejak merdeka dari Prancis pada 1960, negara ini telah mengalami beberapa kali kudeta. Ironisnya, Rajoelina sendiri dulu naik ke tampuk kekuasaan pada 2009 juga lewat dukungan militer. Soal kudeta pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Afrika mengecam pengambilalihan tersebut. Sebagai tindakan inkonstitusional. Madagaskar langsung diskors dari keanggotaan Uni Afrika. Meski begitu, hanya sedikit negara yang memberikan reaksi keras, termasuk Prancis, mantan penguasa kolonial Madagaskar.

Randrianirina mengumumkan bahwa Madagaskar akan dipimpin oleh dewan militer selama 18 bulan hingga dua tahun sebelum pemilihan umum baru digelar. Hal ini berarti rakyat, terutama kaum muda yang menjadi penggerak protes, harus menunggu lama sebelum bisa memilih pemimpin baru.

Aksi protes terhadap Rajoelina dimulai bulan lalu karena pemadaman listrik dan air, yang kemudian berkembang menjadi tuntutan atas biaya hidup dan korupsi pejabat. Saat pasukannya mengambil alih kekuasaan, warga Madagaskar menyambut mereka dengan sorak gembira tanpa terjadi kekerasan besar.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Baru 5 Hari Kerja, Sekretaris Pers Donald Trump Dipecat

POPULARITAS.COM –  Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia dipecat, padahal baru lima...

InternasionalNews

Gegara Gunting Hilang, 20 Lebih Penerbangan di Naha Jepang Terganggu

POPULARITAS.COM – Masalah sebuah gunting mendadak hilang mampu mengganggu jadwal penerbangan sekaligus...

Internasional

China perluas Taman hiburan Kota Salju jadi 1,25 juta meter

POPULARITAS.COM – Harbin Ice-Snow World di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, Tiongkok...

Internasional

Gempa 7,5 Magnitudo guncang Panama, status darurat

POPULARITAS.COM – Panama mengumumkan pada Sabtu (10/10) status darurat untuk mengoordinasikan upaya...

Exit mobile version