POPULARITAS.COM – Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) memproduksi nasi siap saji dengan masa simpan hingga satu tahun untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
Melalui Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan, Satgas USK menyiapkan makanan siap konsumsi yang praktis, aman, dan mudah didistribusikan ke wilayah bencana yang umumnya mengalami keterbatasan fasilitas memasak.
Ketua Tim Ketahanan dan Keamanan Pangan Satgas USK, Satriana mengatakan pangan siap saji menjadi kebutuhan utama saat terjadi bencana.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat membutuhkan makanan yang aman, mudah dikonsumsi, dan dapat disimpan lama,” kata Satriana, Sabtu (3/1/2026).
Satriana menjelaskan, program pangan darurat ini dikembangkan melalui skema alih pengetahuan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Satriana mengatakan, tim Ketahanan dan Keamanan Pangan, Satgas USK telah mengikuti pelatihan pengolahan, pengemasan, hingga penerapan standar keamanan pangan sehingga produksi dapat dilakukan secara mandiri dan terstandar.
“Adapun menu yang diproduksi meliputi nasi uduk dan nasi liwet dengan masa simpan minimal satu tahun. Nasi uduk disajikan bersama ikan teri Medan dan telur orak-arik, sedangkan nasi liwet dilengkapi ayam suwir,” ujarnya.
Ketua Satgas USK, Prof Syamsidik mengatakan inovasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pangan darurat yang berkelanjutan.
“Produksi pangan darurat yang terstandar penting agar bantuan selalu siap disalurkan saat bencana,” katanya.

Leave a comment