Home News Wabup Pidie Jaya kembali dilaporkan ke polisi kasus penganiayaan
News

Wabup Pidie Jaya kembali dilaporkan ke polisi kasus penganiayaan

Share
Wabup Pidie Jaya kembali dilaporkan ke polisi kasus penganiayaan
Zikriillah, korban saat melaporkam Wabup Pidie Jaya, Hasan Basri ke polisi atas kasus dugaan penganiayaan. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, dilaporkan kembali melakukan aksi kekerasan berupa penganiayaan.

Aksi premanisme Wabup Hasan Basri kali ini menyasar Zikrilllah yang tak lain tak bukan adalah mantan timsesnya sendiri saat ia bersama Bupati Syibral Malasyi maju sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati atau dikenal dengan Paslon Sabar tahun 2024 lalu.

Informasi diperoleh popularitas.com, dugaan pengainaan yang dilakukan Hasan Basri terhadap mantan timsesnya sendiri itu dilakukan di ruangan di pendopo Wakil Bupati Pidie Jaya pada Senin (30/3/2026).

Zikrillah korban penganiayaan Wabup Hasan Basri kepada popularitas.com menyebutkan, Hasan Basri meninju dirinya dengan keras dari arah belakang dan mengenai punggung.

Sebelum peristiwa itu, awalnya ia diundang oleh sesama mantan timses untuk ikut rapat di pendopo wakil bupati setempat terkait surat yang dikeluarkan Hasan Basri perihal permintaan pelimpahan sebagian wewenang.

Sesampai ke pendopo, alih-alih disambut, Hasan Basri malah emosi bahkan mencak-mencak seraya mengusir Zikrillah.

“Saya disuruh keluar, terus waktu saya lagi jalan keluar rupanya pak Wabup (Hasan Basri) langsung ngejar saya dan meninju dengan keras di punggung saya,” ungkap Zikrillah.

Kata Zikri, aksi penganiaya yang dilakukan wakil bupati terhadap dirinya itu bahkan dilakukan di depan Ulama dan tokoh-tokoh Pidie Jaya.

“Hari ini saya melaporkan Hasan Basri ke polisi atas kasus dugaan penganiayaan terhadap saya,” ujarnya kepada popularitas.com di Mapolres Pidie Jaya, Kamis (02/4/2026).

Kepada popularitas.com, Zikrillah memastikan tidak akan pernah mau perkara dugaan penganiayan yang dialaminya itu diselesaikan melalui Restorative Justive (RJ).

“Saya tidak akan berdamai. Karena kasus penganiayaan yang dilakukan pak Wabup ini bukanlah yang pertama. Pertama menimpa Plt Kasatpol PP Pidie Jaga (Hazaini) kemudian Kepala Dapur SPPG Trienggadeng (Muhammad Reza) dan kini say. Kalau ini dibiarkan nantinya akan ada warga lainnya yang menjadj korban,” bebernya.

Diketahui, sebelumnya, Wakil Bupati Pidie Jaya itu juga sempat tersandung kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Dapur SPPG Trienggadeng, Muhammad Reza.

Aksi premanisme itu dilakukan pada Kamis 30 Oktober 2025 sekira pukul 08.05 WIB. Malamnya Reza langsung melaporkan Wabup Pidie Jaya ke Mapolres setempat.

Saat itu Hasil gelar perkara, ditemukan dua alat bukti yang kuat sehingga ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Hanya saja, kasus itu kini telah berakhir damai atau diselesaikan melalui Restorative Justive (RJ).

Sementara itu, media ini belum memperoleh konfirmasi dari Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri. Soalnya beberapa kali dihubungi via seluler tidak menjawab panggilan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version