Home News Waduk Kota Lhokseumawe mengandung merkuri
News

Waduk Kota Lhokseumawe mengandung merkuri

Share
Tangkapan ikan nelayan di Lhokseumawe mengalami penurunan
Seorang warga melihat perahu nelayan yang ditambatkan di kawasan waduk yang tercemar limbah merkuri di Kota Lhokseumawe. (ANTARA Foto/Rahmad)
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe menyebutkan bahwa Waduk Kota Lhokseumawe yang berada di Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, kota setempat mengandung merkuri.

“Iya, kita telah melakukan uji laboratorium di lokasi pada tahun lalu, hasilnya ditemukan logam berat berbahaya salah satunya merkuri, itu sangat berbahaya sehingga waduk itu dilarang untuk budidaya ikan di sana,” kata Kepala Bidang Analisi Pencegahan Dampak Lingkungan dan Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Kota Lhokseumawe, Linda Yani, Rabu (12/1/2022).

Linda Yani mengungkapkan bahwa semua limbah berbahaya tertampung di Waduk Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tidak melakukan budidaya ikan di waduk tersebut. Sebab, hal ini dapat membahayakan jika dikonsumsi masyarakat nantinya.

Lebih lanjut, Linda Yani menerangkan, walaupun bahaya dari merkuri itu tidak dialami secara langsung, namun dampaknya akan dirasakan setelah beberapa tahun setelah dikonsumsi. Apalagi, ikan tersebut dikonsumsi terus menerus oleh manusia.

“Walau kandungan logam berat itu masih di bawah ambang baku mutu, jadi apabila ikan dalam waduk dikonsumsi terus menerus maka kandungan merkuri akan terakumulasi dalam tubuh manusia, itu berbahaya sekali,” kata Linda Yani.

“Merkuri ini berbahaya bagi manusia. Banyak zat berbahaya lainnya yang terkandung di waduk itu salah satunya ya merkuri ini. selain itu sendimentasi di waduk juga sangat tinggi sehingga menebar bau busuk,” tambah dia.

Linda Yani menambahkan, seharusnya limbah yang mengalir ke Waduk Kota Lhokseumawe harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar bisa meminimalisir kadar zat berbahaya.

Namun, terang dia, yang terjadi selama ini semua pembuangan air limbah dari kota langsung mengalir ke waduk tersebut.

Ia menjelaskan, apabila Waduk Kota Lhokseumawe nantinya ditata menjadi objek wisata, maka harus dilakukan penyesuaian kembali terkait analisis dampak lingkungan (Amdal) pada waduk tersebut.

“Jika pun nanti akan dibuat format wisata untuk waduk, maka harus dilakukan penyesuaian analisis dampak lingkungan (Amdal) waduk itu. Jadi memang tidak boleh ada kegiatan apa pun dalam waduk,” kata Linda Yani.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Pasar Saham Israel Bisa Merosot Tajam jika Netanyahu Terpilih Lagi

POPOULARITAS.COM – Pasar saham Israel berpotensi menghadapi tekanan jika Perdana Menteri Benjamin...

News

Sirkulasi Siklonik Terdeteksi di Utara Aceh, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi...

News

Polres Pidie Jaya gagalkan pengangkutan ilegal 290 liter solar subsidi

POPULARITAS.COM – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, menggagalkan pengangkutan ilegal...

InternasionalNews

Sengketa Hak Asuh Hewan Peliharaan Meningkat di China

POPULARITAS.COM – Sengketa hak asuh hewan peliharaan semakin menjadi perhatian di China,...

Exit mobile version