Home News Wali Kota Banda Aceh Nilai Domino Layak Jadi Cabor Asalkan Tak Disalahgunakan
NewsOlahraga

Wali Kota Banda Aceh Nilai Domino Layak Jadi Cabor Asalkan Tak Disalahgunakan

Share
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menilai permainan domino layak menjadi cabang olahraga (cabor) untuk meraih prestasi, dengan catatan olahraga tersebut tidak disalahgunakan.

“Kalau saya, domino dalam sisi olahraga, kan tidak ada unsur judi disana. Jadi kalau itu memang bagian dari olahraga yang bisa memberikan hasil prestasi, mungkin ini tidak masalah. Tapi jangan sampai disalahgunakan,” kata Illiza Sa’aduddin Djamal di Banda Aceh, Selasa (7/7/2026), seperti dilansir Antara.

Pernyataan itu disampaikan Illiza Sa’aduddin Djamal saat dimintai tanggapannya terkait sikap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh yang belum dapat menerima domino sebagai salah satu cabang olahraga di Aceh.

Sebelumnya, KONI Aceh menyatakan sikap belum menerima kehadiran domino sebagai salah satu cabang olahraga resmi di wilayah kerja mereka. Karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang selama ini dianut dan diterapkan di Aceh.

Menurut Illiza, penolakan terhadap domino sebagai cabang olahraga tidak terlepas dari pandangan kehati-hatian ulama yang selama ini khawatir jika permainan tersebut dipraktik menjadi perjudian.

“Nah, kemungkinan kenapa ulama juga mengatakan menolak atau ini tidak diperbolehkan, karena lebih cenderung dilakukan adalah perjudian. Ulama tentu lebih berhati-hati dalam menyikapi persoalan ini,” ujarnya.

Meski demikian, Illiza berpandangan bahwa selama domino itu benar-benar dijalankan sebagai sarana olahraga yang telah diakui negara dan bebas dari unsur perjudian, maka tidak menjadi masalah untuk dikembangkan sebagai salah satu cabang olahraga baru.

“Tapi selama itu betul-betul murni untuk olahraga yang sudah diakui oleh negara, ini juga bukan masalah. Tapi kalau memang ulama sudah putuskan, ya kita harus melakukan koordinasi, tabayun juga, apa persoalannya, sehingga aturan itu bisa ditegakkan,” kata IIliza.

Sebagai informasi, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI yang digelar baru-baru ini, cabang olahraga Domino memang mendaftarkan diri untuk menjadi anggota resmi KONI di tingkat nasional.

Meski seluruh peserta Rakernas KONI menyepakati hal tersebut tanpa ada penolakan, KONI Aceh yang hadir dalam forum itu memilih untuk mengambil sikap berbeda berdasarkan amanah dari pimpinan.

KONI menyatakan penolakan ini didasari atas pandangan masyarakat dan para ulama di Aceh yang menilai domino masih sangat identik dengan aktivitas yang tidak baik, seperti perjudian.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Indonesia Dorong D-8 Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Halal Global

POPULARITAS.COM – Gelaran D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 diharapkan mampu memperkuat...

EkonomiNews

Kementerian UMKM Siap Jadikan Nilam Aceh untuk Proyek Hilirisasi Nasional

POPULARITAS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan kesiapan menjadikan...

InternasionalNews

10 Kota Paling Layak Huni 2026, Kopenhagen Sabet Posisi Puncak!

POPULARITAS.COM – Kopenhagen kembali dinobatkan sebagai kota paling layak huni di dunia...

News

BPBD Pidie Kelola Dana Transisi Pascabencana Hampir Rp1 miliar

POPULARITAS.COM -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, mendapat gelontoran dana sebesar Rp...

Exit mobile version