Home Internasional Wapres Venezuela minta Amerika bebaskan Presiden Maduro
Internasional

Wapres Venezuela minta Amerika bebaskan Presiden Maduro

Share
Wapres Venezuela minta Amerika bebaskan Presiden Maduro
Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Poto : HO| AFP
Share

POPULARITAS.COM – Wapres Venezuela Delcy Rodriguez, minta kepada Amerika Serikat untuk bebaskan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flolores. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers, Minggu (4/1/2026) di Caracas.

Pasukan Delta Force Amerika Serikat, Sabtu 3 Januari 2026 pagi dini hari, melakukan serangan terbatas dan tertarget. Operasi itu, berhasil menangkap Presiden Venezuela dan istrinya.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menuntut “pembebasan segera” pasangan tersebut dalam sebuah sidang Dewan Pertahanan Nasional yang disiarkan oleh saluran televisi negara. Maduro adalah “satu-satunya presiden” Venezuela, katanya.

Serangan terbaru AS terhadap Venezuela serta penangkapan Maduro telah memicu kecaman dan keprihatinan luas dari berbagai penjuru dunia.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu mengumumkan akan menggelar rapat darurat pada Senin (5/1) untuk membahas operasi AS terhadap Venezuela, demikian dikutip dari Xinhuanews.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Trump Ambruk di Survei, Pemilu Sela AS Bisa Lumpuhkan Kekuasaannya

POPULARITAS.COM –  Warga Amerika Serikat (AS) akan menilai kepemimpinan Donald Trump di...

Internasional

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dituntut hukuman mati

POPULARITAS.COM – Jaksa khusus Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (29/10) menuntut hukuman...

Internasional

Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Kabur dari Brazil

POPULARITAS.COM – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Selasa (27/10)...

InternasionalNews

Pasar Saham Israel Bisa Merosot Tajam jika Netanyahu Terpilih Lagi

POPOULARITAS.COM – Pasar saham Israel berpotensi menghadapi tekanan jika Perdana Menteri Benjamin...

Exit mobile version