Home News Waspada, Aplikasi kesehatan Bisa Bocorkan Data Anda
News

Waspada, Aplikasi kesehatan Bisa Bocorkan Data Anda

Share
Ilustrasi, aplikasi kesehatan. (liputan6).
Share

POPULARITAS.COM – Berhati-hatilah saat mengunduh aplikasi di perangkat smartphone. Sebab banyak aplikasi –termasuk aplikasi kebugaran dan kesehatan– yang bisa membahayakan privasi kita.

Muhammad Ikram, dosen komputasi di Macquarie University di Sydney, Australia dan timnya melakukan penelitian untuk membuktikan kemungkinan bocornya data pengguna di aplikasi kesehatan dan kebugaran.

Penelitian tersebut dimuat ke dalam jurnal BMJ pada 16 Juni. Hasil yang mereka temukan sangatlah mengejutkan. Dalam studinya, para peneliti membandingkan 15.000 aplikasi kesehatan yang bisa diunduh secara gratis dengan lebih dari 8.000 aplikasi non-kesehatan di Google Play Store

Berhati-hatilah saat mengunduh aplikasi di perangkat smartphone. Sebab banyak aplikasi –termasuk aplikasi kebugaran dan kesehatan– yang bisa membahayakan privasi kita.

Bukan cuma itu saja. Sekitar dua pertiga aplikasi kesehatan dapat mengumpulkan identitas iklan atau cookie, dan sepertiga aplikasi kesehatan bisa mengambil alamat email pengguna.

Lalu, sekitar seperempat aplikasi kesehatan dapat mengidentifikasi menara ponsel yang terhubung ke perangkat pengguna. Artinya, lokasi tempat tinggal pengguna bisa diketahui.

Hanya sekitar empat persen aplikasi kesehatan yang mendistribusikan data seperti nama pengguna dan informasi lokasi. Namun data tersebut kemungkinan tidak menunjukkan data yang sebenarnya.

Para peneliti menambahkan, hampir 88 persen operasi pengumpulan data dan 56 persen transmisi data pengguna dilakukan atas nama layanan pihak ketiga, seperti pengiklan eksternal, analitik, dan penyedia (provider) pelacakan.

Selain itu, 23 persen transmisi data pengguna terjadi pada saluran komunikasi yang tidak aman. Dari daftar 50 pihak ketiga teratas yang bertanggung jawab atas sebagian besar operasi pengumpulan data (68 persen), ditemukan nama perusahaan seperti Google, Facebook dan Yahoo.

Temuan lain dari para peneliti, yaitu 28 persen aplikasi kesehatan tidak menawarkan teks atau pop-up yang menjelaskan kebijakan privasi apa pun.

Sekitar seperempat aplikasi kesehatan yang mendistribusikan data pengguna juga melanggar hal-hal yang dicantumkan dalam kebijakan privasi.

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pengguna untuk menjaga privasi mereka. Namun kita juga harus mengadvokasi pengawasan, regulasi, dan akuntabilitas yang lebih besar dari pemain kunci di belakang layar seperti toko aplikasi, pengiklan digital, dan pialang data,” tulis peneliti.

“Tujuannya untuk mengetahui apakah data ini memang dibutuhkan dan bagaimana data itu digunakan, serta memastikan akuntabilitas atas kerugian yang ditimbulkan.”

Sumber: Kompas

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version