Home News WHO: Penanganan Kasus Covid-19 Eropa Menuju Arah yang Salah
News

WHO: Penanganan Kasus Covid-19 Eropa Menuju Arah yang Salah

Share
WHO: Penanganan Kasus Covid-19 Eropa Menuju Arah yang Salah
Bendera Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (ANTARA/Ardika/am)
Share

POPULARITAS.COM – Tingkat infeksi COVID-19 dan hunian tempat tidur rumah sakit meningkat di Eropa, di mana otoritas perlu berusaha menghentikan penyebaran virus menjelang musim dingin, kata pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (25/9/2020).

“Eropa memiliki banyak pekerjaan untuk membuat situasi demikian stabil dan mengendalikan penularan (virus),” kata pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan saat konferensi pers. “Secara keseluruhan di kawasan yang sangat luas itu kami melihat peningkatan infeksi yang mengkhawatirkan.”

Kepala teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan: “Kami berada di ujung September dan kami bahkan belum memasuki musim dingin, sehingga apa yang kami khawatirkan adalah kemungkinan bahwa tren ini menuju arah yang salah.”

Datang lebih cepat ke rumah sakit dan konsumsi obat steroid deksametason menyelamatkan nyawa, katanya, menambahkan: “Kami ingin menghindari penguncian nasional yang terjadi di awal (pandemi).”[acl]

Sumber: Reuters / Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version