POPULARITAS.COM – Kabupaten Nagan Raya kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menyimpan keunikan tersendiri, salah satunya melalui Masjid Agung Baitul A’la atau lebih dikenal dengan Masjid Giok. Berada di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Masjid Agung Baitul A’la atau Masjid Giok telah menjadi ikon wisata religi di daerah yang dijuluki Bumi Rameune.
Pada Malam Puncak Anugerah Pesona Indonesia (API) ke-9 Awards 2025 yang berlangsung di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (18/11/2025) malam, Masjid Agung Baitul A’la atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Giok terpilih sebagai Juara 2 kategori Destinasi Unik.
Masjid yang dikenal dengan keindahan arsitektur serta kemegahan ornamen batu gioknya ini semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu ikon wisata religi yang paling diminati di Aceh.
Masjid Giok sendiri diresmikan pada 16 September 2022 oleh Jamin Idham yang saat itu masih mejabat sebagai bupati Nagan Raya. Selama 12 tahun proses pembangunan Masjid Giok banyak hal yang menjadi kendala, mulai persoalan lahan, minimnya anggaran dan sebagainya. Namun, semua tantangan itu dapat di atasi sehingga pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik.
Selanjutnya batu giok awalnya ditambang di pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong. Pengolahannya ditangani tenaga ahli dari Tulung Agung, Jawa Timur. Sementara tempat pengolahan hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi masjid itu. Batu giok yang tergolong ke dalam kelompok batu permata atau batu mulia itu digunakan untuk melapisi lantai, sebagian dinding dan tiang dalam masjid dari jenis jadeit, nephrit dan serpentin atau black jade (giok hitam), termasuk untuk pembuatan batu prasasti.
Batu giok yang didominasi warna hijau itu, memiliki kadar yang tinggi dengan skala kekerasan mencapai 7 Mohs. Selain beberapa jenis tersebut, di Nagan Raya juga ditemukan batu giok idocrase atau sering disebut dengan giok solar yang beberapa tahun lalu meraih peringkat pertama dalam Lomba Batu Mulia Indonesia (Indonesian Gemstone) di Jakarta.

Ditambahkan, Masjid Giok berukuran 75 meter x 47,5 meter dibangun di atas lahan seluas tiga hektar dan terdiri dari dua lantai untuk salat, satu lantai basement untuk tempat wudhu’ dan parkir. Kapasitas Masjid Giok bisa menampung 5600 orang jemaah.
Masjid Giok. Terkenal karena kemegahan arsitekturnya yang terbuat dari batu giok asli, masjid ini menarik pengunjung dari berbagai daerah, menjadikannya destinasi wisata religi yang memesona di Aceh saat ini.
popularitas.com berkesempatan mengunjungi langsung ke lokasi Masjid Giok beberapa waktu lalu. Berangkat dari Banda Aceh dengan menempuh rute sepanjang sekitar 275 kilometer dengan di tempuh dalam waktu sekitar 6–7 jam menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.
Dari luar, masjid ini tampak sederhana, dengan tampilan bercorak Timur Tengah yang minimalis dan dinding berwarna putih bersih yang membentang luas. Tatanan tangga dan ventilasi yang rapi menjadi elemen pendukung tampilan luarnya yang elegan.
Begitu memasuki aula utama, suasana berubah drastis dengan interior yang memukau. Lantai dan dindingnya dilapisi batu giok, permata hijau yang langka dan bernilai tinggi. Penggunaan batu giok ini memberi kesan sejuk yang nyaman di dalam ruangan. Selain itu, ornamen berwarna keemasan di beberapa sudut menciptakan nuansa mewah dan suasana spiritual begitu kuat.
Pada dinding-dinding masjid, jajaran keramik batu giok dengan gradasi warna alami seperti biru tua, biru muda, hijau, coklat, dan hitam menambah daya tarik visual. Tiang-tiang masjid juga dilapisi batu giok, memperkuat kesan kokoh dan artistik.
Pamandangan semakin terpukau saat mendongak ke dalam kubah, di mana ornamen bergaya Timur Tengah menghadirkan keindahan yang memanjakan mata. Aksen khas ini menciptakan atmosfer layaknya berada di salah satu bangunan megah di negeri Arab. Nuansa hangat dan keindahan detail ukiran serta perpaduan warna yang serasi membuat masjid ini menjadi tempat yang mengundang kekaguman dan ketenangan bagi siapa pun yang berkunjung.
“Kabar baik ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nagan Raya dan menunjukkan potensi wisata serta budaya yang luar biasa di daerah kita. Selamat kepada seluruh masyarakat Nagan Raya atas prestasi yang membanggakan ini,” kata Bupati Nagan Raya, TR. Keumangan.
“Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat promosi wisata Nagan Raya di kancah nasional dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap lestari dan dikenal luas,” imbuhnya.
Penemuan Bongkahan 5.000 Ton Batu Giok
Sementara itu batu giok raksasa seberat 5.000 ton ditemukan di hutan Beutong, Nagan Raya, Aceh pada Kamis, 23 Oktober 2025. Batu giok ini akan digunakan sebagai bahan utama pembangunan Masjid Agung Baitul ‘Ala di wilayah tersebut, yang juga dikenal sebagai Masjid Giok Nagan Raya.
“Berdasarkan perkiraan awal, batu giok yang baru ditemukan ini memiliki berat hampir mencapai 5.000 ton,” kata TRK.
Bupati TRK menegaskan, seluruh batu giok yang ditemukan akan dikelola untuk kepentingan masyarakat luas dan kemaslahatan umat.
Ia berharap, kekayaan alam yang menjadi anugerah besar bagi Kabupaten Nagan Raya ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi Indonesia bahkan dunia.
“Ini merupakan salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri. Mungkin tidak semua daerah di Indonesia memiliki kekayaan seperti ini. Karena itu, peruntukannya harus untuk kemaslahatan umat dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Penemuan batu giok raksasa ini juga semakin memperkuat langkah Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam menyelesaikan pembangunan Masjid Giok Nagan Raya, yang dirancang menggunakan batu giok asli sebagai bahan utama pada bagian luar dan dalam bangunan.
Bupati TRK sendiri diketahui sebagai pencetus ide awal berdirinya masjid yang kini tampak megah di jantung Ibu Kota Suka Makmue.
“Dengan ditemukannya cadangan giok baru ini, diharapkan proses penyelesaian pembangunan masjid yang digadang-gadang akan menjadi ikon dunia itu dapat segera terwujud,” katanya.
Leave a comment