POPULARITAS.COM – Aceh Jaya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Terletak di pesisir barat Aceh, kabupaten ini dikenal dengan destinasi wisata dengan keindahan alamnya, terutama pantai, gunung, dan hutannya yang masih asri.
Salah satu destinasi wisata yang masih jarang dikunjungi wisatawan di Aceh Jaya ialah Sungai Rangkoh, Desa Ie Jeureungeh, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya. Suasana Sungai Rangkoh tersembunyi di balik rimbunnya perbukitan Kecamatan Sampoiniet yang menyimpan pesona alam yang memikat setiap pengunjung yang datang.
Aliran sungai yang jernih, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana pedesaan yang masih sangat alami menjadikannya salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi di Aceh Jaya.
Sungai ini masih dikelilingi pepohonan besar dan vegetasi hijau yang memberikan kesan teduh sepanjang hari. Airnya yang bening memperlihatkan bebatuan sungai yang tersusun alami, menghadirkan pemandangan yang menyegarkan mata. Suara gemericik air yang mengalir di antara batu-batu besar membuat suasana begitu tenang.
Untuk menuju ke lokasi dari pusat Kota Banda Aceh, wisatawan harus menempuh jarak sekitar kurang lebih 150 kilometer atau tiga jam perjalanan dengan kenderaan roda dua atau empat, dengan melewati pantai barat Aceh, kemudian Sungai Rangkoh dapat ditempuh melalui jalan desa yang kini semakin baik.

Setelah sampai di Desa Ie Jeureungeh wisatawan akan berjalan kali dengan jalan setapak sekitar 30-40 menit untuk sampai ke lokasi. Wisatawan disarankan untuk dipandu warga setempat karena perjalanan sedikit ekstrim melewati beberapa sungai kecil dan jalan bebatuan besar.
Beberapa titik sungai memiliki arus yang tenang, sementara sebagian lainnya sedikit deras, namun masih aman untuk rekreasi keluarga. Kondisi ini menjadi alasan kawasan tersebut diminati sebagai tempat melepas penat.
“Meskipun fasilitas wisata masih sederhana, keaslian alam dan keramahan masyarakat Ie Jeureungeh menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pengunjung,” kata Angga Suranda salah satu wisatawan lokal dari Nagan Raya.
Setelah perjalan kaki yang lumayan panjang, Angga menambahkan rasa lelah itu akan terbayar dengan suasana di lokasi yang jauh dari hiruk pikuk aktivitas manusia. “Selain suasananya sangat tenang, mandi di sungai ini tanpa banyak orang akan lebih leluasa,” kata Angga.
Bertamasya ke sana, pengunjung juga dapat berburu langsung ikan keureuling atau ikan jurung, yang dinilai sebagai salah satu ikan air tawar paling enak dan diminati warga Aceh.
“Tapi itu tergantung musimnya, tidak selalu ada ikan (keureuling),” kata Jahtra salah satu warga setempat yang ikut ke lokasi.
Ikan keureuling biasa ditangkap secara tradisional, kemudian dimasak dengan cara di panggang, kuah asam keu-eung, Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut membuatnya banyak diburu wisatawan yang ingin merasakan sensasi kuliner khas pedesaan.
Keberadaan Ikan keureuling ini membuka peluang bagi pengembangan ekowisata kuliner, di mana wisatawan tidak hanya menikmati panorama sungai, tetapi juga mencicipi hasil alam setempat.
Leave a comment