Home News YBHA Peutuah Mandiri Aceh Barat Desak Penerapan Sistem Zonasi Sekolah Diperketat
News

YBHA Peutuah Mandiri Aceh Barat Desak Penerapan Sistem Zonasi Sekolah Diperketat

Share
Ilustrasi sekolah pedalaman. Poto : HO | ANTARA
Share

POPULARITAS.COM – Yayasan Bantuan Hukum Aceh (YBHA) Peutuah Mandiri Aceh Barat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk menerapkan sistem zonasi secara ketat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Desakan ini muncul menyusul polemik penutupan sejumlah sekolah akibat kekurangan murid, yang memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Ketua YBHA Peutuah Mandiri Aceh Barat, Ahhadda, menilai bahwa kurangnya murid di beberapa sekolah disebabkan oleh tidak efektifnya penerapan sistem zonasi. Menurutnya, sistem zonasi yang merupakan kebijakan pemerintah pusat, bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa yang tinggal di sekitar sekolah, mengurangi disparitas atau kesenjangan antara sekolah favorit dan non-favorit, dan meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di setiap sekolah.
Selain itu, sistem zonasi juga diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi siswa karena mereka dapat memilih sekolah yang lebih dekat dengan rumah. Hal ini juga dapat meningkatkan keamanan siswa dan mengurangi risiko kecelakaan.

Namun, Ahhadda mengakui bahwa sistem zonasi juga memiliki kelemahan, seperti keterbatasan pilihan bagi siswa dan perbedaan kualitas antar sekolah di zona yang berbeda. Meski demikian, ia menekankan bahwa sistem zonasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal.
“Jika sistem zonasi dilakukan dengan benar, otomatis dapat membantu mengurangi disparitas antara sekolah favorit dan tidak favorit, sehingga muridnya terbagi rata menurut zonasinya,” ujar Ahhadda dalam keterangannya, Minggu (21/9/2025).

Sebelumya, diberitakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat bakal menutup 7 sekolah karena mengalami kekurangan siswa. Langkah tersebut diambil agar proses pendidikan memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepalas Disdikbud Aceh Barat, Husensah, mengatakan siswa bukannya tidak ada pada tujuh sekolah tersebut. Namun, jumlah memenuhi standar tidak mencapai, hal ini terus berlarut dan tidak boleh dibiarkan.

“Di bawah enam siswa itu tidak standar proses pendidikan, maka kita lakukan kajian akademik agar tidak terlalu membebani, makanya bakal ditutup,” kata Husen, Selasa, 16 September 2025 lalu.

Dia mengatakan langkah penutupan sekolah diambil setelah melalui kajian akademis dengan berbagai pihak. Sehingga dirinya tak dituding mengambil keputusan yang mencederai dunia pendidikan di Aceh Barat.

Adapun sekolah yang direncanakan untuk ditutup karena kekurangan murid meliputi SMP Swasta Kubu Capang, SDN Lung Baro, SD Lango Trasmigrasi, SDN Krueng Meulaboh, SDN Alpen 1 Meurebo, SDN Paya Baro dan SDN Cot Buloh.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version