Home News Yuk Nyantap Memek dan Lompong Sagu di Pantai Simeulue
News

Yuk Nyantap Memek dan Lompong Sagu di Pantai Simeulue

Share
Lompong Sagu | Foto: Jennedi
Share

SINABANG (popularitas.com) – Weekend di pantai memang seru. Namun, kalau cuma sekadar berselfie sepertinya sudah lumrah dilakukan banyak orang di setiap pantai.

Kalau ingin yang berbeda, disini tempatnya; Pantai Alaek Sektare. Di pantai ini tak cuma bisa duduk santai menikmati suguhan keindahan pantainya nan asri. Namun, pengunjung juga bisa menikmati memek, kudapan khas daerah Simeulue.

Kuliner khas yang disajikan di sini tak hanya memek, tapi ada lompong sagu juga. Jenis penganan khas Simeulue ini tersedia di kantin-kantin yang ada di tepi pantai tersebut.

Cuma menunggu 15 menit, pesanan memek dan lompong sagu siap untuk disantap bersama kawan-kawan atau keluarga sembari berselfie.

Nah, untuk dapat menikmati Memek dan Lompong Sagu, pengunjung mesti berkorban waktu ya. Sebab, pantai yang menyediakan penganan ini relatif jauh dari pusat kota. Lokasinya terletak di Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.

Memek

Pengunjung memerlukan waktu tempuh sekitar 20-30 menit jika bergerak dari pusat Kota Sinabang. Lokasi pantai ini berjarak sekitar 20 Kilometer dari pusat kota. Kendati jauh dan perjalanannya melelahkan, tetapi hal itu terbayar dengan keindahan pantai dan aneka makanan yang dijajakan di tempat ini.

Mistia, salah seorang pengunjung mengaku asyik ke pantai ini. Bagaimana tidak, selain indah, pantai ini menawarkan penganan khas Simeulue yang tak biasanya disuguhkan di tempat lain.

“Asyik aja. Di sini ada memek dan lompong. Mantap lah,” tandasnya, Minggu, 31 Maret 2019 lalu.

Apa itu Memek?

Nama kuliner ini memang terdengar aneh. Para pengunjung mungkin akan mengernyitkan dahi jika mendapat tawaran menikmati Memek di Simeulue.

Memek merupakan makanan serupa bubur yang terbuat dari beras ketan putih, yang digongseng. Bubur ini juga dicampur dengan pisang, santan dan gula yang kemudian ditumbuk menggunakan batang pisang atau bahan yang keras sampai benar-benar halus. Beras ketan yang digongseng tersebutlah yang kemudian membuat tekstur bubur ini menjadi kriuk atau renyah. (C-003)

Share
Tulisan Terkait
HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

InternasionalNews

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis, Bernard Baudoux, dipukuli pemukim Israel saat...

News

Indonesia dan Malaysia Kompak Batasi Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

POPULARITAS.COM – Indonesia dan Malaysia menunjukkan kesamaan sikap dalam memperkuat perlindungan anak...

Exit mobile version