POPULARITAS.COM – sebanyak 26 warga China dilaporkan tewas saat meledaknya pabrik kembang api di Hunan, China Tengah, Senin 4 Mei 2026. Sementara itu, 61 lainnya dinyatakan luka dan dalam perawatan intensif di rumah-rumah sakit di daerah tersebut.
Wali Kota Changsha Chen Bozhang menyampaikan belasungkawa bagi para korban serta permohonan maaf kepada keluarga mereka, warga yang terdampak, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami sangat berduka dan dipenuhi rasa penyesalan yang mendalam,” ungkapnya.
Sebelum konferensi pers dimulai, para hadirin mengheningkan cipta sejenak untuk para korban.
Ledakan itu terjadi pada Senin sekitar pukul 16.43 waktu setempat di pabrik milik perusahaan manufaktur dan pertunjukan kembang api Huasheng di Liuyang, sebuah kota tingkat wilayah di bawah administrasi Changsha, ibu kota Provinsi Hunan.
Sejauh ini, upaya penyelamatan hampir selesai, dan indikator lingkungan dari pemantauan waktu nyata (real-time) terhadap udara dan air terpantau normal.
Pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut telah ditahan oleh kepolisian dan penyebab kecelakaan sedang dalam proses penyelidikan.
Seluruh perusahaan produksi kembang api di Liuyang telah menangguhkan kegiatan produksinya dan kini sedang menjalani proses rektifikasi, menurut konferensi pers tersebut.
Liuyang merupakan pusat manufaktur kembang api terkemuka di China.

Leave a comment