Home News 4.000 Tahun Tak Pernah Kering! Ini Fakta dan Aturan Baru Air Zamzam
News

4.000 Tahun Tak Pernah Kering! Ini Fakta dan Aturan Baru Air Zamzam

Share
Poto :HO
Share

POPULARITAS.COM –  Air zamzam menjadi salah satu elemen paling ikonik dalam ibadah haji dan umrah. Setiap musim haji, jutaan jemaah muslim dari berbagai negara memadati kota Makkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Di antara rangkaian ibadah tersebut, meminum air zamzam menjadi pengalaman spiritual yang memiliki makna mendalam. Mata air ini diyakini telah mengalir selama lebih dari 4.000 tahun dan terus menjadi sumber kehidupan bagi jemaah hingga saat ini.

Meski dikenal luas, tidak semua orang memahami lokasi persis sumbernya, sistem pengelolaannya, hingga aturan distribusi yang berlaku.

Disitat dari Al Jazeera, air zamzam berasal dari sebuah sumur yang berada di dalam kompleks Masjidilharam, Makkah, sekitar 21 meter di sebelah timur Ka’bah. Posisi sumur terletak di bawah area Mataf, yaitu lantai marmer putih yang mengelilingi Ka’bah dan menjadi tempat jemaah melaksanakan tawaf.

Pada 1962, Raja Saud melakukan perluasan area Mataf untuk menampung jumlah jemaah yang terus meningkat. Dalam proses tersebut, mulut sumur dipindahkan ke bawah tanah sekitar 2,7 meter dari permukaan.

Perubahan kembali dilakukan pada 2003 ketika akses langsung ke ruang sumur ditutup. Titik pengambilan air dipindahkan ke berbagai sudut Masjidilharam melalui keran dan dispenser modern.

Saat ini, jemaah tidak lagi mengambil air langsung dari sumur, melainkan melalui fasilitas distribusi yang telah disediakan.

Air zamzam memiliki hubungan erat dengan sejarah awal Makkah dan kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, serta Nabi Ismail. Dalam tradisi Islam, Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan putranya di lembah tandus sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.

Ketika persediaan air habis, Siti Hajar berlari tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah untuk mencari air. Perjuangan tersebut diabadikan dalam ritual Sa’i yang dilakukan oleh jemaah haji dan umrah.

Mukjizat kemudian terjadi ketika air memancar dari tanah di dekat kaki Nabi Ismail. Sumber air tersebut menjadi sumur zamzam yang terus mengalir hingga sekarang. Mata air ini tidak hanya menyelamatkan kehidupan mereka, tetapi juga menjadi awal terbentuknya permukiman di Makkah yang kini dihuni sekitar 2,2 juta penduduk.

Dalam praktik ibadah, meminum air zamzam dilakukan sebagai bagian dari sunah Nabi Muhammad. Nama “zamzam” dikaitkan dengan ucapan Siti Hajar saat mencoba menahan aliran air agar tidak terbuang, yang dimaknai sebagai seruan untuk menghentikan atau menahan.

Secara ilmiah, air zamzam berasal dari akuifer alami di bawah Masjidilharam. Akuifer ini terbentuk dari lapisan batuan dan pasir yang menyimpan air, kemudian terisi ulang secara alami melalui resapan air hujan dari Wadi Ibrahim dan perbukitan di sekitarnya.

Sumur memiliki kedalaman sekitar 31 meter dan awalnya digali secara manual. Air masuk melalui lapisan pasir dan kerikil di bagian atas, serta retakan batu di bagian bawah.

Saat ini, pengambilan air dilakukan menggunakan pompa listrik modern. Sumur tidak dapat diakses publik, namun distribusi air tersedia luas melalui sistem keran dan dispenser di seluruh area Masjidilharam.

Volume dan Pengelolaan Air Zamzam

Air zamzam dikenal tidak pernah berhenti mengalir selama ribuan tahun. Volume distribusinya berubah sesuai musim dan jumlah jemaah. Pada hari biasa, pasokan mencapai sekitar 950.400 liter per hari dengan konsumsi sekitar 700.000 liter per hari.

Saat puncak musim haji dan Ramadan, pasokan meningkat hingga 1,6 juta liter per hari, sementara konsumsi dapat melampaui 2 juta liter per hari. Pengelolaan dilakukan menggunakan teknologi modern.

Sensor digital memantau kondisi air secara real time, termasuk ketinggian air, tingkat keasaman (pH), suhu, dan konduktivitas. Sumur pemantauan tambahan juga ditempatkan di sepanjang Wadi Ibrahim untuk mengawasi kondisi akuifer secara menyeluruh.

Zamzam Studies and Research Centre (ZSRC) bertugas menghitung batas aman pemompaan dan memberikan rekomendasi kepada pengelola Masjidilharam. Saudi Geological Survey (SGS) menetapkan jadwal pemompaan setiap tahun, menyesuaikan kebutuhan pada musim puncak seperti Ramadan dan Zulhijah.

Jika permukaan air turun di bawah batas aman, pemompaan dihentikan sementara guna memulihkan cadangan secara alami.

Kandungan dan Perbedaan Air Zamzam

Air zamzam memiliki karakteristik unik dibandingkan air minum biasa. Air ini bening, tidak berbau, dan memiliki rasa khas akibat kandungan mineral yang tinggi. Tingkat pH air zamzam berkisar antara 7,9 hingga 8,0, menjadikannya sedikit lebih basa dibandingkan air minum pada umumnya.

Penelitian dari King Saud University menunjukkan air zamzam bebas dari kontaminasi biologis dan alga yang biasanya ditemukan pada sumur lain. Kandungan mineralnya meliputi:

  • Fluorida yang membantu mencegah kerusakan gigi.
  • Kalsium dalam bentuk ionik yang mudah diserap tubuh.
  • Magnesium yang mendukung fungsi tubuh.
  • Natrium dan kalium yang membantu hidrasi serta fungsi saraf.

Total kandungan mineral mencapai sekitar 835 mg per liter, jauh lebih tinggi dibandingkan air ledeng di Riyadh yang berada di kisaran 350 mg per liter.

Sistem Distribusi Air Zamzam

Pemerintah Arab Saudi melarang penjualan air zamzam untuk kepentingan komersial. Distribusi diatur ketat agar air ini tetap menjadi bagian dari pelayanan ibadah, bukan komoditas bisnis.

Sistem distribusi modern dibangun untuk menjaga kualitas dan ketersediaan air. Air dipompa dari sumur menuju fasilitas pengolahan di King Abdullah Zamzam Water Project di kawasan Kudai, sekitar 5 kilometer dari Masjidilharam.

Setelah dimurnikan, air disimpan dalam dua reservoir utama yakni reservoir Kudai dengan kapasitas 10 juta liter, dan reservoir King Abdulaziz Sabeel di Madinah dengan kapasitas 16 juta liter.

Air kemudian didistribusikan ke Masjidilharam serta dikemas dalam botol untuk dibawa jemaah. Jemaah haji dan umrah umumnya membawa air zamzam dalam kemasan 5 liter sebagai oleh-oleh.

Pengangkutannya diatur secara khusus dan tidak termasuk dalam bagasi biasa, sehingga harus mengikuti ketentuan penerbangan yang berlaku.

Air zamzam tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi, tetapi juga didukung sistem pengelolaan modern yang menjaga kualitas dan keberlanjutannya. Dari sumber alami di bawah Masjidilharam hingga distribusi canggih, seluruh proses dirancang untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah setiap tahun.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version