POPULARITAS.COM – Kepala Pusat Data dan Informasi posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi menyebutkan sebanyak 46.611 jiwa hingga kini masih terisolir akibat banjir dan longsor yang melanda kabupaten setempat.
“Saat ini masih ada 46.611 jiwa yang masih terisolir dan belum bisa keluar dan mengalami keterbatasan logistik dan belum dapat keluar dari kawasan terdampak,” kata Ilham Abdi, Senin (1/12/2025).
Ilham menjelaskan, adapun jumlah tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Mesidah, Pintu Rime Gayo, Timang Gajah, Gajah Putih, Permata, dan Syiah Utama.
“Ini data terakhir yang kita rilis pukul 12.00 WIB tadi, warga di wilayah tersebut masih mengalami keterbatasan logistik,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Ilham, jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor di Bener Meriah mecapai 38.294 jiwa. Ilham menyebutkan suplai bahan makanan untuk pengungsi sudah mulai disalurkan, namun kebutuhan lain yang bersifat mendesak belum dapat terpenuhi secara optimal.
“Kita sudah suplai untuk bahan makanan agar bisa bertahan namun karena hingga saat ini listrik masih padam, kita membutuhkan genset serta bahan bakar, juga selimut dan susu formula,” ucapnya.
Untuk kawasan terisolir, Menurut Ilham, sebagian bantuan bahkan harus diangkut dengan berjalan kaki karena akses jalan rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain kebutuhan bahan makanan, Ilham mengatakan kebutuhan paling krusial saat ini adalah pasokan bahan bakar, baik solar/dexlite maupun pertalite/pertamax, yang digunakan untuk operasional ambulans, kendaraan logistik, genset rumah sakit, serta alat berat yang membuka akses jalan.
“Kita berharap suplai BBM dapat masuk segera tanpa menunggu akses jalan Bener Meriah–Bireuen dan Bener Meriah–Aceh Utara pulih sepenuhnya,” kata Ilham.

Leave a comment