Home Insfrastruktur 9 daerah di Aceh rawan likuifaksi
InsfrastrukturNews

9 daerah di Aceh rawan likuifaksi

Share
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Seorang peneliti dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyatakan, ada sembilan daerah dari 23 kabupaten/kota di Aceh paling rawan terjadinya likuifaksi atau pencairan tanah akibat guncangan gempa bumi.

“Likuifaksi di pesisir pantai Timur, seperti Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Banda Aceh,” ujar Ketua Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah, Dr Bambang Setiawan, MEng, Sc di Banda Aceh, Senin.?

Kemudian, berada di pesisir pantai Barat dan Selatan di provinsi paling Barat di Indonesia ini, meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Menurut dia, daerah paling terluas berpotensi terjadinya likuifaksi berada di Aceh Singkil, Aceh Barat, terutama di Kota Meulaboh, dan Aceh Jaya di Kecamatan Krueng Sabee.

Sedangkan, di Kota Banda Aceh dengan tingkat kerentanan yang sangat tinggi berada di Kecamatan Meuraxa, dan sepanjang Pantai Alue Naga.

“Suatu areal tanah yang terbentuk dari endapan atau disebut juga tanah aluvial (tanah muda). Hitungan mudanya, bisa berusia ratusan tahun. Likuifaksi terjadi, karena ada goncangan yang mengakibatkan lepasnya daya dukung tanah,” tegasnya.

Ia mengemukakan, fenomena likuifaksi di wilayah Petobo dan Balaroa, Sulawesi Tengah, setelah guncangan gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter(SR), dan disusul tsunami bukan baru pertama kali di Indonesia.

“Kita di Aceh, seperti gempa 2006 menimbulkan likuifaksi di Pantai Manohara, Pidie Jaya. Gempa dan tsunami 2004, juga menyebabkan likuifaksi di Banda Aceh,” ujar Bambang yang merupakan geolog meraih gelar doktor di Universitas Adelaide, Australia.

Pemerintah provinsi (Pemprov) Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) berencana melakukan penelitian terhadap sejumlah daerah rawan likuifaksi atau pergerakan tanah di daerah tersebut.

“Kami ingin ilmuwan bisa berkolaborasi dengan BPBA untuk pemetaan mana daerah rentan likuifaksi di provinsi ini,” kata Kepala Pelaksana BPBA Aceh, Teuku Ahmad Dadek.

Ia mengaku, pihaknya telah menunjuk ilmuwan Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala untuk melaksanakan hajatan tersebut dalam waktu dekat ini.

BPBA sendiri telah memiliki seismograf terbaru demi menunjang studi likuifaksi, seperti Singkil dan Meulaboh, serta melakukan penelitian beberapa patahan sesar-sesar aktif di provinsi ini. “Jika sewaktu-waktu terjadi gempa, maka kerusakan yang ditimbulkan bisa dinimalisir. Tidak sama dengan kerusakan yang kita perkirakan dengan gempa sebelumnya,” katanya. (aceh.antaranews.com)

Share
Tulisan Terkait
InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

Exit mobile version