POPULARITAS.COM– Gelombang mutasi kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kali ini menyasar pejabat eselon III dan IV, menyusul pelantikan 15 pejabat eselon II yang ditetapkan pada akhir Januari 2026.
Pelantikan dipimpin Wakil Bupati Zaman Akli, Rabu (4/3/2026), di Kantor Bupati setempat. Sebanyak 17 pejabat administrator resmi dikukuhkan, menegaskan upaya penyegaran birokrasi dan penguatan struktur pemerintahan di tingkat administrator.
Salah satu yang dilantik adalah Safrizal, abang kandung Bupati Abdya, yang diangkat sebagai Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.
Safrizal sebelumnya dintujuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dan telah digadang-gadang menempati posisi tersebut secara permanen.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli mengatakan bahwa pelantikan 17 pejabat eselon III itu telah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, berbasis kompetensi dan kinerja.
“Saudara-saudari yang dilantik hari ini hadir di posisi ini bukan karena kebetulan, bukan karena kedekatan, melainkan karena proses dan pertimbangan organisasi yang objektif. Maka, jagalah kepercayaan itu dengan kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” kata Zaman Akli.
Zaman Akli menyatakan, pejabat administrator memiliki peran strategis sebagai penghubung kebijakan kepala daerah dengan implementasi teknis di OPD, yang menentukan kualitas pelayanan dan keberhasilan program pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli.
Ia juga menyoroti program prioritas Peukong Agama, sebagai penguatan nilai keagamaan. Ia meminta ASN menjadi teladan, termasuk membudayakan salat berjemaah.
“Apalagi di bulan Ramadan, jangan sampai mengajak masyarakat memakmurkan masjid sementara kita sendiri tidak hadir di saf salat berjemaah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya budaya kerja kolaboratif, menyerap aspirasi masyarakat, dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan publik.
Di akhir arahannya, Zaman Akli menekankan tantangan birokrasi modern yang menuntut kecepatan, inovasi, dan kepekaan sosial.
Politisi Partai Aceh itu mendorong pejabat membangun budaya kerja kolaboratif, melibatkan bawahan dalam perencanaan, menyerap aspirasi masyarakat, dan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan.
“Jabatan adalah amanah sementara. Hari ini dilantik, esok bisa digantikan. Sandarkan harga diri pada integritas dan kinerja, bukan jabatan,” pungkasnya.
Adapun 17 pejabat yang dilantik yakni:
- Asmaul Husna sebagai Kepala Bagian Tata Usaha UPTD RSUD Teungku Peukan
- Iwan Mustika sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
- Junaidi Abdullah sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah
- Safrizal sebagai Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Mukhsin sebagai Kepala Sekretariat BPBD Abdya
- Syafrul sebagai Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Said Alwi sebagai Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Yuliadi Saska sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Santri dan Pembinaan SDM pada Dinas Pendidikan Dayah
- Darma Musliandi sebagai Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PuPR
- Musliadi sebagai Kepala Bidang Bina Konstruksi pada Dinas PUPR
- Azmi Kamal sebagai Kepala Bidang Cipta Karya, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman pada Dinas PUPR
- Ratno Juarsa sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR
- Insun Kesuma Wijaya swbagai Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas PUPR
- Hamzirwana sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas PUPR
- Fajar Ayu Syafriani sebagai Kepala Bidang Lingkungan Hidup pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup
- Ikhsan sebagi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Hartati sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Kecamatan Setia

Leave a comment