Home News Ahmad Taufan Damanik Pimpin Tim Khusus Komnas HAM Terkait Kasus 22 Mei
News

Ahmad Taufan Damanik Pimpin Tim Khusus Komnas HAM Terkait Kasus 22 Mei

Share
Ilustrasi Demo Bawaslu Senin, 21 Mei 2019 malam | Detik.com
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Komnas HAM menerima berbagai aduan dari organisasi masyarakat (ormas) pascaperistiwa kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019. Sebagian besar, pengaduan berkaitan dengan dugaan tindakan kesewenang-wenangan aparat kepolisian.

Berbagai pengaduan disampaikan oleh Forum Umat Islam (FUI), Koppassandi, Dewan Dakwah, Hidayatullah, GNPF, GMJ, ILUNI UI, beberapa eksprosen aksi. Koordinator lapangan (korlap) aksi juga mendatangi Komnas HAM pada Jumat (24/5) lalu.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik telah membentuk tim untuk menindaklanjuti berbagai aduan itu. “Terkait kasus 22 Mei, kami telah memiliki tim yang juga telah bekerja, dan saya langsung memimpin tim ini,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5).

Dia menjelaskan, masing-masing organisasi melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada aksi 21 dan 22 Mei 2019. Aduan itu terutama terkait banyaknya anggota polisi yang diduga bertindak sewenang-wenang terhadap massa aksi.

Perwakilan ormas beranggapan banyaknya korban meninggal dan terluka pada peristiwa tersebut, akibat dari kelalaian pihak kepolisian.

Taufan mengatakan, Komnas HAM telah mengunjungi sejumlah rumah sakit dan bertemu dokter yang menangani korban, termasuk beberapa korban dari pihak Brimob. Komnas HAM menyampaikan simpati mendalam kepada para korban dan keluarga.

Dalam waktu dekat, Taufan mengatakan, Komnas HAM berencana melakukan audiensi dengan Mabes Polri untuk menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat itu. Dia meyakinkan, Komnas HAM dapat melakukan pemantauan atas kinerja yang dilakukan pihak kepolisian.

“Kami biasa melakukan itu dan terus berkoordinasi secara intensif hingga saat ini,” kata dia. Terkait kasus 21 dan 22 Mei, Taufan mengatakan Komnas HAM dapat mengambil kebijakan berdasarkan dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim internal Polri.

Salah satu perwakilan dari Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Gatot Saptono alias Al Khaththath mengatakan menilai kepolisian sudah tidak bekerja berdasarkan slogan, yakni polisi melindungi dan mengayomi. Menurut dia, aparat kepolisian justru membuat masyarakat takut.*

Sumber: Republika

Share
Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...