Home News Aktifitas Nelayan Natuna Terhadang Kabut Asap Pekat Karhutla
News

Aktifitas Nelayan Natuna Terhadang Kabut Asap Pekat Karhutla

Share
Aktifitas Nelayan Natuna Terhadang Kabut Asap Pekat Karhutla. Foto : HO/CNNIndonesia | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Nelayan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ikut terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Jarak pandang sangat terbatas sehingga aktivitas melaut terganggu.

Para melayan mengeluh ketika pergi melaut untuk mencari ikan, sekitar tiga mil menuju laut Pulau Natuna sudah tertutup kabut asap. Wilayah sekitar sudah tidak kelihatan lagi dengan mata telanjang sehingga menyulitkan navigasi kapal.

“Kami ikut terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan,” kata Zubian Toni, salah satu nelayan Natuna, melansir CNNIndonesia Minggu pagi (23/8/2026).

Toni mengatakan hanya mengandalkan Global Positioning System (GPS) sebagai petunjuk saat berlayar. Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Natuna sudah berlangsung selama sepekan terakhir dan belum hilang.

“Sudah seminggu tidak hilang kabutnya. Musim teduh, asap tidak terbawa asap,” ujarnya

Nelayan lain bernama Hariadi di Pulau Subi, Natuna, juga mengaku terdampak dengan kabut asap yang terjadi akibat karhutla di Kalimantan.

Dia mengatakan para nelayan yang tidak memiliki alat canggih seperti GPS dan aplikasi di ponsel merasa kesulitan untuk menentukan arah pergi dan pulang melaut.

Pasalnya, panduan atau rambu seperti Pulau dan Pal pada siang maupun lampu suar dan bintang pada malam hari menjadi tidak nampak karena tertutup asap. Selain itu, jarak pandang suar paling jauh hanya bisa tembus 0,5 mil, padahal normalnya bisa tembus hingga 8 mil laut.

“Tentunya sangat menyulitkan,” ucapnya.

Menurutnya, para nelayan yang mencari ikan tuna atau tongkol mengandalkan tanda gemercik air untuk menebak lokasi gerombolan ikan. Petunjuk lainnya adalah keberadaan burung camar yang sedang berburu ikan sebagai mangsa.

“Kalau ketemu gerombolan ikan tongkol, tapi terhalang dengan kabut asap, ini yang sulit akibat kabut asap,” ujarnya.

Dia menambahkan untuk hari ini kabut asap sudah mulai berkurang karena sudah terbawa angin kencang. Menurutnya, 2-3 hari lalu kondisinya sangat parah.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KriminalitasNews

Polresta Banda Aceh Tangkap Pelaku Sodomi Anak Dibawah Umur

POPULARITAS.COM – Polresta Banda Aceh menangkap pria asal Kabupaten Aceh Besar berinisial QZ...

News

Surat Tangan Mahatma Gandhi Laku Terjual Rp 28,9 Miliar

POPULARITAS.COM –  Kumpulan 688 catatan tulisan tangan Mahatma Gandhi terjual seharga Rp...

News

Film Insidious: Out of the Further  Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

POPULARITAS.COM – Film Insidious: Out of the Further atau yang juga dikenal...

News

Kebakaran Hebat Hanguskan Kampung Adat Sade, 250 Rumah Ludes

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rambitan, Kecamatan...

Exit mobile version