Home News Alasan Malaysia Setop Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac
News

Alasan Malaysia Setop Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Share
Polres Majene wajibkan pengurus SIM sudah suntik vaksin covid-19
Seorang anggota staf menunjukkan sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras)
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah Malaysia menyatakan akan menghentikan penggunaan vaksin produksi China, Sinovac, untuk program vaksinasi nasional Covid-19 di negara jiran tersebut.

Seperti dilansir Reuters, dalam jumpa pers pada Kamis (15/7), Menteri Kesehatan Malaysia Adham Baba, beralasan penghentian penggunaan Sinovac disebabkan Negeri Jiran masih memiliki jumlah pasokan vaksin lain yang cukup untuk program vaksinasi nasional.

Oleh karena itu, sambungnya, penggunaan Sinovac hanya akan dilakukan hingga suplainya habis.

Adham menuturkan saat ini Malaysia semakin banyak menggunakan vaksin jenis mRNA buatan Pfizer-BioNTech.

“Bagi mereka yang belum divaksinasi, mereka akan menerima vaksin Pfizer,” kata Adham.

Sejauh ini diketahui, Malaysia telah mengantongi 12 juta dosis vaksin Sinovac yang cukup untuk menginokulasi 18,75 persen populasi.

Sementara itu, mengutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, memberitakan seiring perkembangan yang terjadi, di negara Kelantan akan berhenti menggunakan Sinovac dan menggantinya dengan Pfizer pada akhir Juli ini.

Seperti dikutip dari The Star, Direktur Departemen Kesehatan Kelantan Zaini Hussin, mengatakan, “Mulai Minggu (18 Juli), semua pusat vaksinasi di Kelantan hanya akan diberikan vaksin Sinovac dosis kedua yang cukup [sesuai pasokan tersisa].”

Zaini menuturkan tidak akan ada lagi dosis pertama Sinovac yang diberikan mulai 13 Juli lalu.

Dalam penganggulangan pandemi Covid di Malaysia, pemerintah negara jiran itu sebelumnya menyatakan menggunakan vaksin yang disetujui adalah Sinovac, AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson.

Malaysia juga berencana pada Jumat mendatang bakal mengumumkan keputusannya tentang apakah akan menambahkan vaksin Sinopharm China.

Dengan 880.782 kasus dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia memiliki salah satu tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, pengumuman Malaysia berhenti menggunakan Sinovac itu keluar di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas penularan virus corona varian-varian baru, terutama Delta.

Bukan hanya Malaysia, Thailand pun sebelumnya pada pekan ini telah menyatakan akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai suntikan dosis kedua bagi mereka yang sebelumnya pada dosis pertama diinjeksi Sinovac.

Kemudian di Indonesia, pemerintah RI memutuskan untuk menyuntikkan dosis ketiga vaksin sebagai booster bagi tenaga kesehatan (nakes) yang telah mendapatkan dua dosis Sinovac. Booster yang akan dipakai adalah produksi Moderna.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version