Home Ekonomi Antrean Solar di Abdya Capai Ratusan Meter, Diduga Mengisi untuk Tangki Modifikasi
EkonomiNews

Antrean Solar di Abdya Capai Ratusan Meter, Diduga Mengisi untuk Tangki Modifikasi

Share
Warga Abdya antre solar bersubsidi di SPBU. Poto : Rahmat | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Antrean panjang kendaraan tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir.

Sopir angkutan umum hingga petani yang mengandalkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar.

Pantauan di lapangan, antrean truk, mobil angkutan barang, hingga kendaraan pribadi memanjang hingga ratusan meter dari area SPBU

Pemandangan antrean kendaraan itu, terjadi di SPBU Pante Perak, Kecamatan Susoh dan SPBU Blangpidie.

Sejak Sabtu (1/11/2025) sore, deretan truk, mobil angkutan barang, hingga angkutan umum dan penumpang tampak memadati bahu jalan, menunggu giliran untuk mengisi solar bersubsidi yang kerap langka.

Kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi itu, terus menuai keluhan dari para sopir.

Para sopir menuding, kelangkaan ini bukan semata akibat keterlambatan pasokan, tetapi karena adanya dugaan praktik penyalahgunaan solar bersubsidi oleh oknum tertentu.

BBM bersubsidi diduga dibeli menggunakan mobil bertangki modifikasi, lalu dijual kembali ke sejumlah perusahaan, pengusaha traktor, boat besar dan excavator, dengan harga jauh di atas harga resmi.

“Solar di SPBU sering habis karena ada mobil besar isi dalam jumlah banyak, dan itu sudah banyak yang tau, karena itu milik bos bos, tapi biar sajalah, yang penting kami dapat minyak. Ada yang bilang, solar itu dijual lagi ke perusahaan dan toke toke, harganya Rp 300 ribu per jerigen,” ujar Mursal, salah satu sopir, Sabtu (1/11/2025).

Hal senada disampaikan Dani, sopir lain yang nyaris setiap hari antre di SPBU tersebut.

Menurutnya, warga biasa yang benar-benar membutuhkan solar untuk bekerja sering tidak kebagian.

“Kalau mau isi, harus antre dari dari siang. Kadang jam sembilan sudah habis, kalau mau tidak lama antri, maka datang jam 10 malam, resikonya solar sudah habis,” paparnya.

Bagi warga yang saban hari antre demi solar, pemandangan itu terasa janggal.  Dua unit mobil besar selalu lebih dulu dilayani setiap kali minyak tiba.

“Aneh saja, mobil itu datang berkali-kali dan tetap bisa isi. Sementara kami, harus antre berjam-jam,” keluh seorang sopir angkutan.

“Kalau kita tidak ada minyak, hubungi aja beliau, pasti ada minyak, satu jerigen dijual Rp300 ribu. Ada juga dijual ke pihak perusahan, kan perusahaan tidak boleh menggunakan minyak subsidi,” kata seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya dan mengaku pernah membeli minyak dalam jerigen untuk kebutuhan mesin traktor.

Salah seorang, petugas di lapangan membenarkan bahwa pasokan solar sering tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Iya, karena sekarang uda mulai jalan proyek dan angkutan biji besi, makanya seperti ini, kalau ada mobil modifikasi itu, bukan di SPBU kita, karena bos (pemilik SPBU) tidak memiliki truk angkutan,” ujar salah seorang petugas SPBU kepada Popularitas.com.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Turki, Qatar, RI, dan Pakistan Teken Perjanjian Industri Pertahanan

POPULARITAS.COM – Turki, Qatar, Indonesia, dan Pakistan menandatangani memorandum Badr untuk memperkuat...

News

Polisi Gerebek Dua Ruko di Pidie, Diduga Dijadikan Pabrik Sabu

POPULARITAS.COM – Dua unit rumah toko (ruko) di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan...

News

BKSDA Evakuasi Orangutan Dewasa di Gayo Lues

POPULARITAS.COM –  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi satu individu...

News

KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas

POPULARITAS.COM – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Aceh, Taufik, bersama istri dan...

Exit mobile version