Home Internasional AS Serang Iran, Harga Minyak Naik Lagi
InternasionalNews

AS Serang Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Share
Ilustrai harga minyak. FOTO : Net
Share

POPULARITAS.COM – Harga minyak dunia kembali naik setelah militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke wilayah selatan Iran.

Dikutip dari CNBC International, Rabu (27/5/2026), pada perdagangan Selasa, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen dan ditutup di level 99,58 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di 93,89 Dolar AS per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah militer AS mengumumkan telah melakukan “serangan untuk membela diri” di Iran selatan. Target serangan disebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau di kawasan strategis.

Situasi semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan akan membalas setiap pelanggaran gencatan senjata. Iran juga mengklaim telah mendeteksi dan menghadapi drone serta jet tempur F-35 milik AS yang memasuki wilayah udaranya.

Ketegangan geopolitik ini membuat pasar khawatir terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat memberi sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz akan segera tercapai. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi, sementara konflik justru kembali meningkat.

Trump juga mengatakan negosiasi dengan Iran masih berjalan baik, tetapi memperingatkan bahwa AS bisa kembali melakukan aksi militer jika pembicaraan gagal.

“Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar untuk semua pihak, atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump di media sosialnya.

Di sisi lain, bank investasi UBS menilai pasar minyak global mulai mengalami tekanan serius. Persediaan minyak dunia dilaporkan terus menurun akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. UBS mencatat stok minyak global turun sekitar 246 juta barel sepanjang Maret dan April 2026.

UBS juga memperingatkan bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi kekurangan pasokan yang cukup berat. Penurunan stok minyak mentah dan produk olahan di daratan menunjukkan permintaan masih tinggi, sementara distribusi global terganggu akibat konflik kawasan Timur Tengah.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas...

News

Bupati Sibral Malasyi Tunjuk Rahmat Rizal Sebagai Plt Kadis Pertanahan Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Sibral Malasyi menunjuk Kepala Bagian Hukum Rahmat Rizal sebagai...

News

Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama...

NewsSyariat Islam

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, secara resmi...

Exit mobile version