WASHINGTON – Amerika Serikat berencana menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan. Pengumuman ini disampaikan Pentagon pada Jumat (1/5/2026), menyusul ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait strategi perang AS melawan Iran.
Dikutip dari beritasatu.com, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan, “Keputusan tersebut mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan dan kondisi di lapangan.”
Penarikan tentara AS dari Jerman ini mencakup 14% dari total 36.000 personel militer AS yang saat ini bertugas di negara tersebut. Jerman selama ini menjadi basis utama AS di Eropa, menampung fasilitas strategis seperti markas Komando Eropa dan Afrika, Pangkalan Udara Ramstein, serta pusat medis militer di Landstuhl.
Lokasi tersebut juga menyimpan rudal nuklir AS. Fasilitas-fasilitas ini krusial untuk menangani korban perang dari Afghanistan dan Irak.
Baca Juga: Perundingan AS-Iran di Islamabad Batal, Trump Tarik Utusan
Latar belakang pengumuman ini berawal dari ancaman Trump awal pekan. Ia bereaksi terhadap pernyataan Merz yang menyebut AS “dipermalukan” oleh kepemimpinan Iran dan menyoroti kurangnya strategi jelas Washington terhadap Teheran. Merz, sebagai pemimpin Jerman dan sekutu NATO, memicu perselisihan ini.
Kebijakan penarikan tentara AS dari Jerman langsung mendapat tentangan dari Partai Demokrat di Kongres AS serta think tank di Washington. Mereka khawatir langkah ini menguntungkan Rusia dan merusak keamanan strategis AS serta sekutunya.
Dikutip dari beritasatu.com, Senator Jack Reed dari Rhode Island, anggota Demokrat senior Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, mengkritik, “Penarikan tersebut menunjukkan bahwa komitmen Amerika kepada sekutu kita bergantung pada suasana hati presiden.” Ia menambahkan, “Presiden harus segera menghentikan tindakan gegabah ini sebelum ia menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah bagi aliansi kita dan keamanan nasional jangka panjang.”
Bradley Bowman dari Foundation for Defense of Democracies menekankan peran vital pasukan AS di Jerman dan Eropa. Kehadiran mereka tidak hanya mencegah agresi Rusia, tapi juga mendukung proyeksi kekuatan ke Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika.
Menurut Bowman, pasukan AS di Eropa menjadi pilar stabilitas keamanan global di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Kritik ini menyoroti risiko penarikan terhadap aliansi NATO secara keseluruhan. (hsn)
Sumber: beritasatu.com

Leave a comment