Home Ekonomi Bea Cukai sebut ekspor CPO dari Aceh masih rendah
EkonomiNews

Bea Cukai sebut ekspor CPO dari Aceh masih rendah

Share
Bea Cukai sebut ekspor CPO dari Aceh masih rendah
Ilustrasi (CNBC)
Share

POPULARITAS.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh mencatat tingkat ekspor crude palm oil (CPO) kelapa sawit dari tanah rencong ke berbagai negara masih rendah hingga periode Januari-Juli 2022 ini.

“Jika dilihat dari data pengiriman CPO dari Aceh keluar negeri itu masih rendah, dan hampir setiap tahun terjadi,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi, dikutip dari laman Antara, Jumat (12/8/2022).

Safuadi menyebutkan, berdasarkan data diterima bahwa dari jumlah 1,2 juta CPO yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit di Aceh hanya sedikit diekspor via pelabuhan Aceh, selebihnya melalui Sumatera Utara.

Dirinya merincikan, dari 1,2 juta ton per tahun tersebut pada 2019 hanya 22.214 ton diekspor dari Aceh, kemudian 2020 sebanyak 46.293 ton, selanjutnya 2021 turun menjadi 41.811 ton.

“Sedangkan untuk ekspor CPO sampai periode Januari-Juli 2022 baru mencapai 10.107 ton. Selebihnya diekspor dari Belawan Sumatera Utara” ujarnya.

Safuadi menyampaikan, adapun negara tujuan ekspor CPO dari Aceh selama empat tahun ini rata-rata ke India, Jepang dan Singapura.

Kemudian, untuk pelabuhan pengiriman CPO yang digunakan yakni dari pelabuhan Calang Kabupaten Aceh Jaya, Krueng Geukueh Lhokseumawe dan pelabuhan Kuala Langsa.

Safuadi menjelaskan, rendahnya pengiriman CPO dari Aceh tersebut disebabkan karena belum adanya pelabuhan yang representatif bisa bersandarnya kapal kargo besar.

Kemudian, tangki penyimpanan CPO juga belum banyak di tanah rencong, karena itu sampai hari ini banyak PKS yang melakukan ekspor lewat pelabuhan di Sumatera Utara.

“Karena, untuk satu kapal besar itu minimal harus memiliki 20 PKS, dan di Aceh belum banyak yang melakukan konsolidasi tersebut,” katanya.

Melihat kondisi ini, Safuadi mendorong adanya penyempurnaan pelabuhan seperti di Calang Kabupaten Aceh Jaya harus dibuatkan pemecah ombak (water breaking) sehingga kapal besar bisa merapat.

“Kemudian, tangki penyimpanan CPO nya juga harus dibangun, sehingga nantinya CPO dari Aceh bisa langsung di ekspor dari pelabuhan Aceh semuanya,” demikian Safuadi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version