Home News Biang Kerok yang Bikin Tagihan Listrik di Rumah Naik Terus
News

Biang Kerok yang Bikin Tagihan Listrik di Rumah Naik Terus

Share
Share

POPULARITAS.COM – Tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak belakangan ini menjadi perbincangan di berbagai media sosial.

Banyak masyarakat mengaku harus membayar listrik lebih mahal dibandingkan bulan sebelumnya meski merasa penggunaan listrik di rumah tidak mengalami perubahan signifikan.

Tidak sedikit pula yang menduga adanya kenaikan tarif listrik tanpa pemberitahuan resmi. Namun, PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) memastikan bahwa kabar kenaikan tarif listrik untuk periode April hingga Juni 2026 tidak benar.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan tarif listrik triwulan II 2026 tetap sama, baik untuk pelanggan subsidi maupun nonsubsidi.

Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA hingga 2.200 VA misalnya, tarif listrik masih berada di angka Rp 1.444,70 per kWh. Sementara pelanggan rumah tangga 900 VA RTM tetap dikenakan tarif Rp 1.352 per kWh.

Artinya, kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian masyarakat umumnya bukan disebabkan oleh perubahan tarif dasar listrik.

Kondisi tersebut lebih banyak dipicu oleh meningkatnya konsumsi energi di rumah, penggunaan perangkat elektronik yang tidak efisien, hingga masalah teknis pada instalasi listrik.

Penyebab Konsumsi Listrik Rumah Tangga Naik:

1. Perubahan pola penggunaan energi

Salah satu penyebab tagihan listrik naik yang paling sering terjadi adalah perubahan pola penggunaan energi di rumah. Aktivitas harian yang bertambah, penggunaan perangkat elektronik lebih lama, atau kebiasaan menyalakan banyak alat sekaligus dapat membuat konsumsi listrik meningkat secara signifikan tanpa disadari.

Pada periode tertentu, seperti Ramadan dan Lebaran misalnya, penggunaan AC, kulkas, mesin cuci, televisi, hingga peralatan dapur biasanya meningkat dibandingkan hari biasa.

Akibatnya, pemakaian listrik bulanan ikut bertambah meski penghuni rumah merasa penggunaan listrik tetap normal.

Selain itu, aktivitas bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga dapat meningkatkan konsumsi listrik.

Laptop, pendingin ruangan, lampu, dan koneksi internet yang menyala lebih lama membuat beban listrik rumah tangga meningkat secara perlahan.

2. Perangkat elektronik lama lebih boros listrik

Peralatan elektronik yang sudah berusia lama umumnya membutuhkan daya lebih besar dibandingkan perangkat modern yang dirancang lebih hemat energi.

Televisi tabung, kulkas lama, hingga AC yang jarang dirawat biasanya mengonsumsi listrik lebih tinggi untuk menghasilkan performa yang sama.

Perangkat yang mulai mengalami kerusakan juga dapat bekerja lebih berat dan tidak efisien. Contohnya, kulkas dengan pintu yang tidak rapat atau AC dengan filter kotor akan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga penggunaan listrik ikut meningkat.

Mengganti perangkat lama dengan produk berteknologi hemat energi dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi listrik dalam jangka panjang.

3. Mode standby tetap mengonsumsi daya

Banyak orang tidak menyadari perangkat elektronik tetap menggunakan listrik meski terlihat tidak dipakai. Televisi, chargermicrowave, komputer, hingga dispenser yang masih terhubung ke stopkontak tetap mengonsumsi daya dalam mode standby atau phantom load.

Meski konsumsi dayanya terlihat kecil, penggunaan listrik secara terus-menerus dari banyak perangkat dapat memengaruhi besarnya tagihan bulanan. Oleh karena itu, membiasakan mencabut steker perangkat elektronik yang tidak digunakan atau memakai terminal listrik dengan saklar dapat membantu mengurangi pemborosan energi.

4. Penggunaan lampu yang tidak efisien

Kebiasaan membiarkan lampu menyala di ruangan kosong juga menjadi salah satu penyebab tagihan listrik membengkak yang sering diabaikan.

Selain itu, penggunaan lampu pijar atau lampu neon lama cenderung lebih boros dibandingkan lampu LED yang lebih hemat energi.

Lampu LED diketahui memiliki konsumsi daya lebih rendah serta usia pakai yang lebih panjang. Mengganti lampu konvensional dengan lampu LED dapat membantu mengurangi penggunaan listrik rumah tangga secara bertahap.

5. Cuaca panas membuat pemakaian AC meningkat

Perubahan cuaca juga dapat memengaruhi besarnya konsumsi listrik di rumah. Saat suhu udara terasa lebih panas, penggunaan AC dan kipas angin biasanya meningkat.

Padahal, AC termasuk perangkat elektronik dengan konsumsi daya cukup besar, terutama jika digunakan dalam waktu lama atau disetel pada suhu terlalu rendah. Semakin lama durasi penggunaan AC, semakin tinggi pula konsumsi listrik yang tercatat pada meteran.

Mengatur suhu AC secara efisien serta menggunakan fitur timer dapat membantu mengontrol pemakaian listrik tanpa mengurangi kenyamanan.

6. Kebocoran arus listrik

Kebocoran listrik menjadi salah satu faktor teknis yang dapat menyebabkan tagihan listrik naik secara tidak wajar. Masalah ini biasanya terjadi akibat kabel yang sudah tua, instalasi tidak sesuai standar, sambungan longgar, atau stopkontak yang mengalami kerusakan.

Meski tidak terlihat secara langsung, arus listrik tetap mengalir dan tercatat pada meteran listrik. Dalam jangka panjang, kebocoran arus tidak hanya meningkatkan tagihan listrik, tetapi juga berpotensi memicu risiko keselamatan seperti korsleting dan kebakaran.

Oleh karena itu, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting untuk memastikan seluruh jaringan dalam kondisi aman dan efisien.

7. Kesalahan pencatatan meteran

Selain faktor penggunaan listrik, kesalahan pencatatan meteran juga dapat memengaruhi besarnya tagihan bulanan. Perbedaan data pemakaian listrik dapat terjadi akibat kesalahan sistem maupun pencatatan angka meter yang tidak sesuai.

Untuk menghindari hal tersebut, pelanggan disarankan rutin memeriksa angka kWh pada meteran listrik agar dapat memastikan kesesuaian antara penggunaan dan tagihan bulanan. Jika ditemukan lonjakan tagihan yang tidak wajar, pelanggan dapat menghubungi PLN untuk melakukan pengecekan ulang.

8. Pencurian listrik

Meski jarang disadari, sambungan listrik ilegal juga dapat menyebabkan tagihan listrik meningkat. Pencurian listrik bisa terjadi ketika ada pihak lain yang menyambungkan instalasi secara tidak sah ke jaringan listrik rumah.

Akibatnya, konsumsi listrik tercatat lebih besar meski penggunaan di dalam rumah terasa normal. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi dan jaringan listrik dapat membantu mendeteksi kondisi tersebut lebih awal.

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga penggunaan listrik tetap efisien. Mulai dari mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan, mencabut steker setelah dipakai, menggunakan lampu LED, hingga rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah.

Selain itu, memantau penggunaan listrik harian juga penting agar perubahan konsumsi energi dapat diketahui lebih cepat. Penggunaan perangkat elektronik hemat energi juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk membantu menekan pengeluaran listrik bulanan.

Pada akhirnya, kenaikan tagihan listrik tidak selalu berarti tarif listrik mengalami kenaikan. Dalam banyak kasus, lonjakan pembayaran justru dipicu oleh kebiasaan kecil di rumah yang berlangsung terus-menerus tanpa disadari.

Dengan memahami berbagai penyebab tagihan listrik naik, masyarakat dapat mengatur penggunaan energi secara lebih efisien sehingga pengeluaran listrik tetap terkendali.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version