Home News BKM Masjid Oman: Kami Diserang Kenapa Kami yang Diluruskan
News

BKM Masjid Oman: Kami Diserang Kenapa Kami yang Diluruskan

Share
Kuasa Hukum Masjid Oman dan pengurus saat jumpa pers terkait kericuhan di masjid tersebut. (popularitas/dani)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kisruh yang terjadi di Masjid Oman Al-Makmur beberapa waktu lalu, hingga kini belum selesai. Sekelompok orang saat itu datang dan membubarkan pengajian di dalam masjid dengan spontan, sebab, pengajian itu dinilai melenceng dari Ahlussunah Waljamaah dan Mazhab Syafi’i.

Sehingga status masjid tersebut diambil alih oleh Pemko Banda Aceh, dengan alasan untuk meredam kekisruhan. Ketua BKM Masjid Oman, Yusbi Yusuf mengatakan, pasca kejadian itu, pemko langsung mengambil alih masjid. Sementara, para penyerang masjid terkesan dibiarkan begitu saja.

“Masjid ini diambil alih, karena ada kelompok penyerang, kenapa tidak kelompok penyerang ini yang diluruskan, kenapa kitanya yang diluruskan,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Masjid Oman, Kamis (30/1).

Baca: Kisruh di Masjid Oman, Pengurus: Tidak Ada Kajian yang Menyesatkan

Menurutnya, alasan oknum yang membubarkan pengajian itu dinilai tidak tepat. Karena, tuduhan mereka terkait wahabi. Sementara, kata dia, pihaknya masih menganut Ahlussunah Waljamaah.

Bahkan, ia menantang oknum penyerang pengajian masjid itu untuk menunjukkan bukti, bahwa jemaah masjid Oman penganut Wahabi. Jika terbukti, ia meminta agar diseret ke ranah hukum, dan tidak main hakim sendiri.

“Klaim kami dituduh Wahabi itu adalah fitnah, kita adalah Ahlussunah Waljamaah bukan Wahabi. Seandainya kita dituduh Wahabi, tapi tidak bisa menunjukkan bukti, kita kembalikan kepada hukum. Dan kita siap untuk masuk ke ranah itu, harus transparan semuanya, apakah kita Wahabi atau tidak,” ujarnya.

Masyarakat Lamprit dan pengurus masjid, lanjut dia tentu tidak akan merelakan masjid ini lepas ke tangan orang lain. Apalagi karena dengan dorongan oleh sekolompok orang yang tidak memiliki partisipasi dalam membangun masjid tersebut.

Sejauh ini, pihak BKM Masjid Oman belum pernah diajak musyawarah oleh pihak Pemerintah Kota Banda Aceh maupun kepolisian, terkait peristiwa tersebut.

Mari kita memproses ini dengan proses hukum, jika status masjid ini kita serahkan ke hukum. “Belum ada musyawarah. Belum dipanggil sekalipun pihak BKM,” kata Kuasa Hukum BKM Masjid Oman, Sukpandiar.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemko Banda Aceh dan penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan oleh sekolompok orang yang melakukan penyerangan di dalam masjid.

“Jika tetap terjadi, maka pihak pemko dan aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas sepenuhnya,” ujarnya. (DRA)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

Exit mobile version