Home News BMKG: Aceh Memasuki Musim Kemarau
News

BMKG: Aceh Memasuki Musim Kemarau

Share
Jepang dilanda gelombang panas, suhu capai rekor tertinggi 41,2 derajat celcius
Ilustrasi, cuaca panas. (net)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Aceh kini memasuki musim kemarau dengan suhu udara berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celsius.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meterologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, 27 Mei 2020 mengatakan kendati memasuki musim kemarau, namun hujan juga terjadi di beberapa wilayah Aceh.

“Sebenarnya musim kemarau sudah berlangsung di Aceh sejak akhir Februari lalu, namun karena ada perubahan cuaca maka sejak dua bulan terakhir sering terjadi hujan,” katanya.

Pada saat memasuki kemarau saat ini, kata dia, suhu udara di Aceh berkisar 31 hingga 33 derajat Celsius. Meningkatnya suhu tersebut karena pengaruh matahari di garis ekuator atau disebut zona ekuatorial.

“Sedangkan hujan di musim kemarau ini juga terjadi dengan intensitas ringan. Wilayah hujan tidak merata, namun sering terjadi di wilayah barat selatan Aceh,” katanya.

Menyangkut prakiraan cuaca di wilayah Aceh hingga tiga hari ke depan, ia menyebutkan angin dengan kecepatan rata-rata lima hingga 30 kilometer per jam atau masuk dalam kategori sedang.

Kendati masuk kategori sedang dampaknya terjadi pada gelombang laut. Gelombang laut di perairan utara Pulau Weh, Sabang, berkisar dua hingga tiga meter.

“Tinggi gelombang serupa juga terjadi di perairan barat selatan Aceh, mulai Aceh Jaya hingga Aceh Singkil. Gelombang tinggi ini patut diwaspadai nelayan maupun jasa pelayaran,” kata Zakaria Ahmad.

Sedangkan tinggi gelombang di perairan Sabang-Banda Aceh berkisar satu hingga 2,5 meter. Kemudian, tinggi gelombang di perairan utara Selat Malaka, antara Pidie dan Pidie Jaya berkisar dua hingga tiga meter.

Sementara, tinggi gelombang di perairan utara timur Aceh, mulai Kabupaten Bireuen hingga Aceh Timur, berkisar setengah meter hingga 1,5 meter.

“Kami mengimbau nelayan maupun operator pelayaran diminta tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca BMKG serta melihat kondisi di lapangan,” demikian Zakaria Ahmad. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version