POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong hasil kajian bersama Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration Co., Ltd. (JAPEX) di North Sumatra Basin (NSB) ditindaklanjuti ke tahap eksplorasi hingga investasi minyak dan gas bumi di Aceh.
Dorongan itu disampaikan dalam pertemuan BPMA dengan JOGMEC dan JAPEX di Kantor BPMA, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).
Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan, Joint Study tidak seharusnya berhenti pada kajian teknis. Ia berharap hasil studi dapat menjadi pijakan untuk membuka peluang eksplorasi dan investasi baru di Aceh.
“BPMA melihat Joint Study ini bukan sekadar kajian teknis. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih kuat dan membuka peluang konkret bagi pengembangan eksplorasi serta investasi di Aceh,” kata Mawardi.
Menurut Mawardi, BPMA siap mendukung proses tindak lanjut kerja sama sesuai kewenangan yang dimiliki.
BPMA, kata dia, juga berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.
“Kami terbuka terhadap investor yang memiliki komitmen jangka panjang, kapasitas teknis dan finansial yang kuat. Kami siap mendukung proses ini melalui koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan BPMA,” ujarnya.
Deputi Perencanaan BPMA Muhammad Makmun mengatakan kajian tersebut diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi hidrokarbon di kawasan NSB.
“Kami harapkan JOGMEC-JAPEX dapat melihat secara komprehensif potensi hidrokarbon yang ada di Wilayah NSB, sehingga dapat dimaksimalkan untuk peningkatan produksi di kemudian hari,” kata Makmun.
Menurut Makmun, hasil kajian akan menjadi salah satu pertimbangan penting untuk menentukan peluang pengembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan masuk ke tahap eksplorasi.
BPMA juga memaparkan kesiapan dukungan infrastruktur dan aspek komersial dalam pengembangan potensi migas di kawasan Aceh dan Sumatra bagian utara.
Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan mengatakan, jaringan pipa Arun-Belawan menjadi salah satu infrastruktur yang dapat mendukung pengembangan dan komersialisasi gas.
Edy juga menyampaikan perkembangan rencana masuknya pasokan gas dari wilayah Andaman.
“Kami menjelaskan mengenai jaringan pipa Arun-Belawan dan rencana ke depan terkait masuknya gas dari Andaman,” ujar Edy.
Menurut Edy, BPMA siap memberikan dukungan dari sisi komersialisasi dan business support apabila Joint Study berkembang ke tahap berikutnya.

Sementara itu, Deputy of Chief Representative Indonesia JAPEX Naohiro Yoshino mengatakan, NSB memiliki sejarah panjang dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi.
Namun demikian, menurut dia, kawasan tersebut masih memiliki peluang penemuan sumber daya hidrokarbon baru.
“North Sumatra Basin merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi. Di sisi lain, penemuan lapangan gas berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan masih adanya potensi sumber daya yang belum ditemukan,” kata Naohiro.
Melalui Joint Study, JAPEX bersama JOGMEC dan UNPAD mengevaluasi potensi eksplorasi berdasarkan data geologi dan geofisika yang tersedia.
Naohiro mengatakan Indonesia dan Asia Tenggara juga menjadi salah satu fokus strategi bisnis JAPEX. Dalam JAPEX Management Plan 2026-2035, Asia Tenggara ditempatkan sebagai salah satu wilayah inti untuk membangun aset utama dan mendorong pertumbuhan bisnis.
Director of Overseas Exploration JOGMEC Mashashi Muramoto mengatakan, Joint Study dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi migas di Sumatra bagian utara.
“Kami berharap dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi migas di wilayah tersebut sekaligus membangun dasar yang kuat untuk pengembangan kegiatan eksplorasi ke depan,” ujar Muramoto.
Muramoto berharap kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan sumber daya migas Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang.
Leave a comment