Home Ekonomi BPMA: Produksi Migas Aceh Mulai Pulih Setelah Terdampak Banjir
EkonomiNews

BPMA: Produksi Migas Aceh Mulai Pulih Setelah Terdampak Banjir

Share
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal (sebelah kanan). Foto : Fauzan/Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal menyebutkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 berdampak langsung terhadap aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas) di seluruh wilayah kerja.

Menurut Nasri, hingga beberapa waktu lalu seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di Aceh belum dapat berproduksi karena area kerja dan fasilitas migas terdampak banjir. Selain menggenangi lokasi produksi, banjir juga merusak jaringan pipa serta sejumlah fasilitas penunjang.

“Banyak jaringan pipa yang rusak dan bocor. Beberapa fasilitas di wilayah seperti Aceh Timur juga belum bisa dimasuki, sehingga pekerja tidak dapat beraktivitas,” kata Nasri kepada wartawan di Kegiatan Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management (SCM) Summit 2026, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Nasri mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan agar seluruh K3S kembali beroperasi. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembersihan area terdampak banjir serta perbaikan fasilitas produksi dan jaringan pipa.

Bahkan, lanjut Nasri sebagian wilayah kerja telah kembali mulai menyalurkan migas dan berproduksi secara bertahap.

“Per 1 Februari dini hari, beberapa wilayah sudah mulai mengalirkan dan berproduksi kembali,” ujarnya.

Meski demikian, Nasri menyebutkan pihaknya  masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan. Nasri menargetkan seluruh wilayah kerja migas di Aceh dapat kembali beroperasi secara normal paling lambat awal Maret.

Selain itu, Nasri mengakui bahwa terhentinya produksi migas berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara, khususnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang juga berdampak pada pendapatan Aceh.

“Ketika tidak berproduksi, artinya tidak ada minyak dan gas yang dijual. Otomatis tidak ada penerimaan negara bukan pajak, dan itu berpengaruh pada pendapatan Aceh,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version