POPULARITAS.COM – Lebih dari 600 sekolah dan pusat pendidikan di Iran dilaporkan mengalami kerusakan hingga hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu tidak hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga berdampak pada fasilitas sipil, termasuk sektor pendidikan.
Dalam pernyataan yang dikutip dari Xinhua, Jumat (3/4/2026), otoritas Iran mengatakan ratusan sekolah terdampak, sementara ribuan pelajar dan tenaga pendidik menjadi korban, baik meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.
baca juga: Iran Terancam Mundur, Italia Disebut Bisa Jadi Pengganti di Piala Dunia 2026
Serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut memicu kekhawatiran global mengenai dampak konflik terhadap warga sipil, terutama anak-anak. Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut beberapa sekolah terkena serangan langsung pada hari pertama operasi militer.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel menyatakan operasi militer mereka diarahkan pada target strategis dan keamanan. Meski demikian, berbagai pihak terus mendesak dilakukannya investigasi independen terkait dugaan jatuhnya korban sipil.
baca juga: Dampak perang dengan Israel dan Amerika Serikat, diplomat Iran diusir dari Arab Saudi
Konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan ini terus menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil di Iran, sekaligus meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan eskalasi kekerasan.
sumber: beritasatu.com

Leave a comment