POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan bedah buku berjudul ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’. Pustaka itu ditulis oleh Dedy Tabrani, seorang jenderal bintang satu di Kepolisian RI yang saat ini dipercaya sebagai Kepala BNN Aceh.
Kegiatan bedah buku tersebut, akan dilangsungkan di UI Salemba di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026. Bersamaan dengan acara itu, juga dihelat peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (APIK).
Dua agenda itu dijadwalkan berlangsung di Aula Gedung IASTH Lantai 5, Kampus UI Salemba, pukul 11.00–16.00 WIB. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-1 Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.
Buku karya Dedy Tabrani mengangkat pertanyaan mendasar mengenai kedudukan ilmu kepolisian sebagai bidang studi tersendiri. Pembahasannya diharapkan membuka ruang diskusi ilmiah mengenai konsep, paradigma, dan relevansi ilmu kepolisian dalam menghadapi tantangan keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan masyarakat.
Selain bedah buku, peluncuran APIK akan dirangkaikan dengan diskusi intelektual bertema “Eksistensi Ilmu Kepolisian”. Forum ini mempertemukan akademisi dan praktisi untuk membahas penguatan landasan keilmuan kepolisian serta mendorong kerja sama ant perguruan tinggi dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Dalam agenda tersebut, Dedy Tabrani tercantum sebagai salah satu panelis. Pengalamannya di bidang kepolisian dan pemberantasan narkotika diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara teori akademik dan praktik penegakan hukum.
Dokumen kegiatan juga mencantumkan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto sebagai pembicara utama dan Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah sebagai pembicara pembuka.
Diskusi diharapkan membahas filosofi ilmu kepolisian, ruang lingkup kajian, paradigma keilmuan, pendekatan metodologis, serta arah pengembangan police science di Indonesia.
Penguatan kajian tersebut dinilai penting untuk mendorong pengembangan ilmu kepolisian yang profesional dan adaptif terhadap perubahan tantangan keamanan. Kolaborasi perguruan tinggi juga diharapkan memperluas ruang penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi.
Bagi Aceh, keterlibatan Kepala BNNP Aceh dalam forum akademik nasional tersebut menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan pemikiran dan jejaring keilmuan kepolisian di Indonesia.
Melalui bedah buku dan peluncuran APIK, pengembangan ilmu kepolisian diharapkan semakin memiliki landasan akademik yang kuat serta mampu mendukung praktik penegakan hukum yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Leave a comment