Home News Bulan Depan Bansos Tunai Rp 300 Ribu Cair Lagi
News

Bulan Depan Bansos Tunai Rp 300 Ribu Cair Lagi

Share
Pengambilan bantuan sosial tunai bagi terdampak covid. (Foto: Antara)
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai sebesar Rp300 ribu pada Januari 2021.

Kementerian Sosial telah menetapkan beberapa kebijakan dalam program bansos, dan bantuan akan kembali dicairkan pada Februari 2021.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, akan ada mekanisme laporan yang lebih detail dan telah diperbarui dalam Bantuan Sembako pada bulan Februari.

“Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang memotong atau menyelewengkan bantuan,” kata Mensos seperti dikutip lama Instagram Kemensos di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Dia juga menjelaskan, penyaluran bantuan sosial akan dimulai serentak pada minggu pertama di bulan Januari tahun 2021 guna menjaga perputaran ekonomi.

“Meski demikian, terdapat mekanisme khusus untuk beberapa daerah terpencil,” katanya.

Sejak disalurkan pada 4 Januari 2020, terdapat tiga jenis bansos yang diresmikan Jokowi. Adapun rinciannya, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai.

Sumber: Okezone

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSosial dan Budaya

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026   

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional dengan meraih...

InternasionalNews

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Pasukan pendudukan Israel kembali memicu kecaman setelah dilaporkan melarang azan...

NewsSepakbola

Hancurkan Prancis, Three Lions Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Timnas Inggris memainkan laga gila saat jumpa Prancis dalam perebutan...

KriminalitasNews

Dosen UMY Diduga Lecehkan 4 Mahasiswi

POPULARITAS.COM – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen program studi farmasi...

Exit mobile version