POPULARITAS.COM – Cuaca hujan dengan intensitas sedang yang berlangsung secara masif dari pagi hingga malam, mulai melanda wilayah Pidie Jaya dalam satu pekan terakhir.
Kondisi tersebut, membuat wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir akibat guyuran hujan dalam durasi panjang dampak perubahan atsmosfer tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri pada 17 Oktober 2025 beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan rekomendasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir akan melanda wilayah Aceh pada November dan Desember 2025.
Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi mengaku, beberapa hari lalu telah mengintruksikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, untuk melakukan pemetaan serta mitigasi bencana dampak hujan yang mengguyur wilayah setempat.
Kata dia, hal itu sangatlah penting dilakukan guna meminimalisir potensi resiko yang ditimbulkan jika bencana alam banjir melanda wilayaj Pidie Jaya.
“Saya sudah mengintruksikan BPBD untuk melakukan mitigasi,” kata Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi dalam keterangannya kepada popularitas.com, Selasa (25/11/2025).
Selain itu, dia juga sudah menghimbau masyarakat di wilayah-wilayah berdekatan dengan sungai serta daerah rutin banjir untuk dapat meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca hujan.
“Ke BPBD juga sudah saya mengintruksikan untuk menyediakan fasilitas-fasilitas evakuasi. Tapi kita berdoa kepada Allah, agar Pidie Jaya tidak mengalami bencana banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Syibral Malasyi.
Sementara itu, Kepala BPBD Pidie Jaya, Muhammad Nur saat dikonfirmasi popularitas.com mengaku tidak ada pemetaan, yang ada hanya himbauan untuk waspada dini.
“Tidak ada pemetaan. Disampaiakan saja untuk waspada dini. Semalam kan belum ada apa-apa. Tapi ini kayaknya mau meluap airnya. Tadi tidak dilakukan itu (pemetaan) tapi sekedar mengitruksikan tadi untuk kewaspadaan dini. Tadi (siang) karena hujan sudah beberapa hari, jadi melalui saya disampaikan, kebetulan saya juga lagi menulis beberapa catatan,” kata Ka BPBD Pidie Jaya, Muhammad Nur.
Menurut M Nur, Bupati Syibral tidak sampai membahas terkait pemetaan dan mitigasi wilayah-wilayah rawan banjir. “Tidak diminta. Tidak sampai ke situ (pemetaan dan mitigasi) tadi,” ungkapnya.
Dia mengakui, sejatinya tugas BPBD adalah melakukan pemetaan maupun mitigasi untuk kemudian dapat megambil langkah penanganan sebelum bencana alam tiba, bahkan tanpa intruksi bupati. “Hai iya juga (pemetaan dan mitigasi awal),” diakunya.

Leave a comment