Home banjir pidie jaya 2025

banjir pidie jaya 2025

11 Tulisan
News

Mendagri Tito Karnavian kucurkan stimulan percepatan pemulihan bencana di Pidie Jaya senilai Rp241,6 miliar

POPULARITAS.COM – Kinerja Pemerintah Pidie Jaya dalam hal pendataan, validasi dan pelaporan data korban bencana hidrometeorologi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Bahkan daerah...

Adu mulut Wabup Pidie Jaya Hasan Basri dan warga saat unjuk rasa di kantor bupati
News

Adu mulut Wabup Pidie Jaya Hasan Basri dan warga saat unjuk rasa di kantor bupati

POPULARITAS.COM – Puluhan mahasiswa dan warga, Senin (9/2/2026), gelar aksi unjuk rasa. Demonstrasi dilangsungkan di depan kantor Bupati Pidie Jaya. Para warga sampaikan...

Pemkab Pidie Jaya tak punya anggaran bersihkan endapan lumpur
News

Pemkab Pidie Jaya tak punya anggaran bersihkan endapan lumpur

POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, mengaku daerah setempat mengalami keterbatasan anggaran dalam upaya proses pemulihan endapan banjir bandang di kawasan...

Mukhtar dan kursi roda kala banjir bandang melanda di Pidie Jaya POPULARITAS.COM - Pidie Jaya, satu dari 18 kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak langsung bencana banjir bandang dan tanah longsor. Saat air bah menghumbalang kabupaten itu, Mukhtar (45), saksi hidup yang melihat secara nyata kala luapan gemuruh air, lumpur dan gelondongan kayu menyapu habis apapun. Selasa 25 November 2025 malam hari, kata Mukhtar mengawali kisahnya. Dari atas kursi rodanya, Ia melihat air mulai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Saat itu, ia tengah berbaring diatas kasur di rumahnya. Mukhtar tinggal di Gampong Meunasah Lhok, Meureudu, Pidie Jaya. Dirinya yang tak bisa bergerak sebab lumpuh, saat itu menyaksikan detik demi detik air mulai memenuhi kamar tidurnya. Selang beberapa saat kemudian, ketinggian air telah menenggelamkan tempatnya berbaring. Ya, situasi itu tak membuatnya pasrah. Ia mengaku, meski kondisi tubuhnya terbatas akibat kelumpuhan, dirinya tak menyerah. “Saya lumpuh akibat kecelakaan motor 13 tahun lalu,” kata Mukhtar mengawali kisahnya kepada popularitas.com, Selasa 6 Januari 2026. Saat berbincang dengan popularitas.com, Mukhtar duduk dengan santai diatas kursi rodanya. Lelaki itu mengenakan kaos putih. Sorot matanya tajam dan bicaranya tenang dan kalimat yang disampaikannya mengalir. Sembari membenarkan posisi duduknya, Mukhtar melanjutkan ceritanya. Saat itu, banjir sudah masuk ke rumah. Meski kondisi tubuhnya yang terbatas, namun dirinya tetap berupaya ingin selamat. Saat itu, air makin deras dan terus meninggi. Dalam situasi yang pelik, adiknya Muksalmina (35) pun datang melihatnya. Dengan sigap, keduanya pun berhasil menyelamatkan diri dengan dua lembar papan. “Tubuh saya dibaringkan diatas papan oleh adik saya. Lalu kami berenang menyelamatkan diri,” imbuhnya. Saat itu, sambungnya lagi, ketinggian air telah mencapai 1,5 meter. Namun, ia bersama adik dan kakaknya terus berenang menyelamatkan diri. Sementara, seluruh perkampungan telah rata dengan genangan air. “Kira-kira saat kami berenang itu, ketinggian banjir sudah capai 1,5 meter,” ucapnya. Malam terus bergerak, bahkan hingga jelang subuh. Lantunan ayat alquran yang biasa nyaring dari pengeras suara masjid, waktu itu tidak terdengar. Yang ada hanya gemuruh air dan suara orang-orang yang saling menyelamatkan diri. Ia mencoba melirik jam tangannya yang berembun. Samar-samar, jarum jam menujuk pukul 04.20 WIB. Namun, luapan air tak berhenti dan justru kian tinggi. “Saat itu, yang ada dalam pikiran hanya menyelamatkan diri dan minta bantuan,” ujarnya lagi. Sebagai korban banjir, Mukhtar kini tinggal di Posko Pengungsian Gampong Meunasah Lhok. Bangunan toko milik yang belum rampung milik Haji Wan itu, kini dijadikan tempat penampungan sementara oleh warga. Dalam situasi kegentingan, ia pun mencoba menghubungi para pihak, saudara-saudara, para pejabat dan nomor siapa saja yang tersimpan dalam memori hapenya, sambung Mukhtar melanjutkan kisahnya. Meski hapenya tak ada pulsa, Mukhtar berharap ada keajaiban yang bisa membuatnya terhubung dengan orang-orang yang bisa memberikan bantuan dan pertolongan. “Saya sadar ponsel tak ada pulsa, tapi berharap ada keajaiban,” sebutnya. Tak terbilang beberapa kali ia mencoba peruntungan lewat hape yang digengamnya itu. Nyaris tidak ada terhubung. Bahkan, kenalannya di badan penanggulangan bencana pun tak luput ia telpon. “Saat itu, jika ada keajaiban bisa terhubung, rasanya hanya ingin minta dikirimkan perahu karet atau evakuasi,” ungkapnya. Butuh Kursi Roda Mukhtar mengaku, meski tinggal di pengungsian, dirinya tetap bersyukur. Sebab, Allah SWT masih memberinya kesempatan hidup dan beramal. Kini, pascabencana, harapan yang ia miliki hanya kursi roda baru. “Saya butuh kursi roda, yang ini sudah rusak,” katanya. Karna itu, dirinya berharap ada pihak-pihak yang bisa membantunya mendapatkan kursi roda, untuk menopang kehidupannya yang serba dalam keterbatasan. Ia pun berharap, daerah-daerah yang dilanda banjir bandang bisa cepat pulih, terutama kampung tempatnya bermukim. Saat berbincang dengan Mukhtar, beberapa anak-anak berlari dan bersepeda. Pria-pria dewasa sibuk mengangkut bahan-bahan makanan. Bangunan yang dijadikan Posko Pengungsian itu, tak begitu ramai siang itu. Hanya terlihat lalang beberapa kenderaandan hilir mudik orang-orang, serta burung-burung terbang rendah di lokasi pengungsian tersebut. Mukhtar tentu ingin cepat pulang, pun begitu ratusan warga lainnya yang tinggal sementara di bangunan dua lantai itu. Harapan lelaki berkursi roda itu, sama seperti keinginan masyarakat lainnya, bisa segera pulang dan menata kehidupan dan masa depan kembali.
FeatureHeadline

Mukhtar dan kursi roda kala banjir bandang melanda di Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Pidie Jaya, satu dari 18 kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak langsung bencana banjir bandang dan tanah longsor. Saat air...

FeatureHeadline

Seulas senyum Nurlaila untuk Syibral

POPULARITAS.COM – Nurlaila (60), meski usia terbilang renta, namun semangatnya masih menyala. Banjir bandang yang menyampu tempat tinggalnya, tak lantas membuat perempuan sepuh...

Ribuan kubik kayu yang terbawa banjir bandang di Krueng Meureudu Pidie Jaya lenyap
News

Ribuan kubik kayu yang terbawa banjir bandang di Krueng Meureudu Pidie Jaya lenyap

POPULARITAS.COM – Kayu-kayu gelondongan berkualitas tinggi material banjir bandang yang menumpuk dan menimbun Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu, Pidie Jaya, sepanjang sekira...

Pemerintah mulai bangun huntara di Pidie Jaya, kawasan lainnya tahap pematangan lahan
News

Pemerintah mulai bangun huntara di Pidie Jaya, kawasan lainnya tahap pematangan lahan

POPULARITAS.COM – Pemerintah terus kebut pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir bandang di Aceh. Di Kabupaten Pidie Jaya, proses pembangunan telah dimulai,...

News

Ditengah musibah banjir, warga termakan isu hoax tsunami

POPULARITAS.COM – Masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya pada Senin malam 1 Desember 2025 dini hari, dibuat panik dengan beredarnya isu hoak air laut...

Banjir Pidie Jaya, korban meninggal 20 orang, hilang 18 jiwa
News

Banjir Pidie Jaya, korban meninggal 20 orang, hilang 18 jiwa

POPULARITAS.COM – Angka korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya sejak Selasa 25 November malam hari, terus bertambah. Jika pada...