Home Ekonomi Cabai merah penyumbang tertinggi deflasi di Aceh pada Maret 2023
EkonomiNews

Cabai merah penyumbang tertinggi deflasi di Aceh pada Maret 2023

Share
Harga cabai merah Rp90 ribu di Banda Aceh
Ilustrasi, salah satu pedagang cabai merah di Pasar Lambaro, saat melayani para pembeli, Kamis (2/6/2022). FOTO: Riska Zulfira/popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut cabai merah menjadi penyumbang tertinggi angka deflasi secara month-to-month/mtm di Provinsi Aceh pada April 2023, sehingga Aceh mengalami deflasi 0,11 persen pada bulan itu.

“Komoditas yang memiliki andil dominan terhadap deflasi m-to-m yaitu cabai merah sebesar 0,18 persen,” kata Statistisi BPS Aceh Abdul Hakim, dikutip dari laman Antara, Selasa (2/5/2023).

Abdul Hakim menjelaskan inflasi/deflasi Aceh diukur berdasarkan tiga kota. BPS mencatat, pada April 2023, Kota Meulaboh terjadi deflasi sebesar 0,70 persen, Banda Aceh inflasi sebesar 0,18 persen, dan Lhokseumawe deflasi sebesar 0,42 persen.

“Secara agregat, Aceh gabungan tiga kota pada bulan April 2023 mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,11 persen,” katanya.

Selain cabai merah, komoditas yang juga memberi andil deflasi Aceh yaitu ikan tongkol sebesar 0,17 persen, ikan dencis sebesar 0,07 persen, bawang merah sebesar 0,04 persen, cabai rawit sebesar 0,02 persen, kentang, ikan rambe, daging sapi, kemeja panjang anak, dan ikan bandeng masing-masing sebesar 0,01 persen.

Selain April, pada Maret 2023 lalu, Aceh juga mengalami deflasi 0,51 persen. Saat itu, tarif angkutan udara menjadi penyumbang tertinggi angka deflasi secara month-to-month/mtm Aceh, yakni 17 persen.

Menurut Abdul Hakim, perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2023 secara umum menunjukkan adanya penurunan di Aceh.

Deflasi m-to-m di Tanah Rencong itu terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,74 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,59 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,71 persen, kelompok transportasi sebesar 0,22 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen.

Selanjutnya kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran,” ujarnya.

Sedangkan untuk year-on-year/yoy, BPS mencatat Aceh mengalami inflasi sebesar 4,05 persen.

Angka ini juga didapatkan hasil gabungan tiga kota yaitu, secara yoy, Kota Meulaboh inflasi sebesar 4,26 persen, Banda Aceh sebesar 4,23 persen dan Lhokseumawe sebesar 3,61 persen.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Minum Vitamin pun Ada Waktunya

POPULARITAS.COM – Konsumsi suplemen vitamin sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang....

News

1 Tewas dan 466 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng

POPULARITAS.COM – Korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang...

News

Pemerintah Aceh: Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam...

News

Bareskrim Bongkar Peredaran 27 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia di Perairan Riau

POPULARITAS.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran...

Exit mobile version