Home Headline Campak pada anak, kenali gejala dan bahayanya
HeadlineKesehatanNews

Campak pada anak, kenali gejala dan bahayanya

Share
Campak pada anak, kenali gejala dan bahayanya
Ilustrasi campak pada bayi (ANTARA/istockphoto)
Share

POPULARITAS.COM – Virus campak, saat ini tengah mewabah di tengah masyarakat Indonesia, dan juga Aceh. Dari berbagai laporan yang ada, banyak anak di daerah ini yang teinfeksi virus tersebut.

Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Pondok Indah, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, dalam penjelasannya, Jumat (27/1/2023) di lansir dari laman Antara, menyebutkan bahwa, penyakit campak bahkan lebih menular dari Covid-19. Hal itu berarti, daya tular virus campak bisa mengenai 12 hingga 13 orang di sekitar pasien, tambahnya.

Covid-19, sambungnya lagi, hanya dapat menularikan paling banyak dua hingga tiga orang dari setiap penderita. Nah, virus campai ini bisa menularkan tujuh kali lebih banyak. Karena infeksinya cepat menular, maka sangat mudah menimbulkan kejadian luar biasa, paparnya.

Virus campak, umumnya mudah menginfeksi anak. Ketika menjangkiti tubuh seorang anak, virus bertahan selama empat hari sebelum memunculkan gejala, dan empat hari setelah gejala.

Virus penyebab yang biasanya dari famili Paramyxovirus ini ditularkan melalui batuk, bersin, ludah, air mata atau kontak langsung orang yang terinfeksi. Virus dapat melayang di udara khususnya pada ruangan dengan sirkulasi udara tertutup sampai dua jam.

“Tentunya kalau sirkulasinya terbuka semisal di lapangan, ruangan dengan jendela dan pintu terbuka, melayang-layang tetapi tidak sampai dua jam dan mungkin kepadatan virusnya lebih rendah,” kata Prof Hinky yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu.

Daya tular virus pada kawasan terbuka atau ruang dengan sirkulasi udara terbuka masih dapat terjadi, tetapi dikatakan lebih ringan sehingga tidak sampai menularkan ke 12 atau 13 orang.

“Tetapi tetap menularkan. Jadi, ruangan kita harus memiliki ventilasi yang baik, udara bersih masuk harus leluasa dan udara yang mengandung virus dialirkan keluar,” catat Prof Hinky.

Lama penularan atau fase infeksius biasanya selama sepekan, tetapi sebelum tampak gejala sebenarnya sudah menularkan. Pasien umumnya sembuh setelah satu minggu sejak demam, kemudian bercak-bercak merah yang muncul berubah warna menjadi cokelat atau gelap dan agak bersisik dan mengelupas. Ini tanda pasien sudah sembuh dan tidak menularkan lagi.

“Setelah demam mulai turun, kalau komplikasi tidak terjadi atau dapat ditangani begitu bercak merah jadi cokelat itu tanda sudah fase tidak menularkan. Biasanya nafsu makan kembali pulih, anak aktif kembali. Jadi, kira-kira seminggu sakitnya,” kata Prof Hinky.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan sebanyak lebih dari 3.200 kasus campak di 223 kabupaten/kota pada tahun 2022 atau melonjak dibandingkan sebelumnya yakni pada kisaran 100 – 200 kasus per tahun.

 

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

Exit mobile version