POPULARITAS.COM – Pemerintah China akan memperketat aturan ekspor mobil listrik (electric vehicle/EV) dengan mewajibkan produsen mobil untuk memiliki izin ekspor mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini diumumkan Kementerian Perdagangan China pada Jumat (26/9/2025).
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari AP, pemerintah China menjelaskan bahwa aturan tersebut bertujuan untuk mendorong perkembangan sehat perdagangan kendaraan energi baru.
Langkah ini diambil di tengah upaya China mengendalikan pertumbuhan industri kendaraan listrik di pasar otomotif terbesar dunia.
China saat ini juga menjadi pengekspor mobil terbesar di dunia. Pada 2024, negeri tirai bambu mengekspor sekitar 5,5 juta unit kendaraan, hampir 40% di antaranya merupakan mobil listrik.
Namun, ekspor kendaraan listrik asal China menghadapi tantangan dari sejumlah negara. Amerika Serikat dan Uni Eropa, misalnya, telah mengenakan tarif tambahan dengan alasan subsidi pemerintah memberi keuntungan tidak adil bagi produsen mobil listrik China.
Di dalam negeri, pasar kendaraan listrik China juga menghadapi persoalan serius. Oversupply dan perang harga antarprodusen kerap dianggap merusak industri. Kritik terhadap fenomena “involution” atau kompetisi tidak sehat yang tidak membawa manfaat kian ramai terdengar.
Awal tahun ini, BYD sebagai pemimpin pasar sempat menuai kritik setelah meluncurkan putaran baru pemotongan harga, yang kemudian diikuti para pesaingnya. Ketua Great Wall Motors, Wei Jianjun, bahkan memperingatkan industri kendaraan listrik bisa terancam apabila tren tersebut berlanjut.
Meski demikian, penjualan kendaraan listrik domestik China justru mencatat rekor pada semester I 2025. Mobil listrik menyumbang lebih dari 50% dari total penjualan kendaraan penumpang di negara itu.

Leave a comment