Home News Dampak Bandang, Sungai Krueng Meureudu Pijay Alami Perubahan Jalur Aliran
News

Dampak Bandang, Sungai Krueng Meureudu Pijay Alami Perubahan Jalur Aliran

Share
Puncak proses avulsi sungai Krueng Meureudu itu terjadi saat banjir bandang melanda wilayah setempat mencapai klimak, tepatnya Kamis 27 November 2025. Poto : Nurzahri | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, mengakibatkan jalur aliran sungai Krueng Meureudu di wilayah Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu terjadi perubahan secara ekstrem.

Perubahan jalur aliran sungai Wilayah Sungai (WS) Aceh Meureudu itu terjadi akibat tergerus saat bencana alam itu melanda, sejak Selasa 25 November 2025.

Saat itu volume air Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut meningkat pesat dengan arus air berwarna kecoklatan bergerak bergulung-gulung dengan kecepatan tinggi.

Puncak proses avulsi sungai Krueng Meureudu itu terjadi saat banjir bandang melanda wilayah setempat mencapai klimak, tepatnya Kamis 27 November 2025.

Semula sungai yang menjadi pemisah antara Gampong Blang Awe Meureudu dengan Seunong Meurah Dua memiliki luas sekira 60 meter dengan letak jalur aliran sungai berada di tengah-tengah sungai.

Namun saat proses evulsi itu terjadi, tebing sungai di wilayah Gampong Seunong mengalami erosi ekstrem dan terjadi pengikisan secara radikal. Akibatnya seratusan meter dataran wilayah Seunong amblas, sehingga membentuk jalur aliran sungai baru.

Kini, sungai tersebut telah memiliki luas sekira 150 meter dengan lokasi jalur aliran sungai pun berpindah ke wilayah yang awalnya dataran dan areal persawahan Gampong Seunong Meurah Dua.

Jalur sebelumnya kini telah berubah menjadi pantai yang penuhi pasir dan bebatuan.

Amatan popularitas.com, ratusan akar dan batang pohon serta batangan pohon sawit menumpuk atas pantai baru yang tercipta akibat perubahan jalur aliran sungai itu.

Dia Uddin (63) salah seorang warga Gampong Blang Awe, Meureudu menyebutkan, sejak Rabu malam, air sungai berwarna kecoklatan dengan arus tinggi memenuhi Krueng Meureudu tersebut.

“Pengikisan tebing sungai dan dataran di Gampong Seunong sudah mulai terjadi sejak Selasa malam hari. Saat itu air sungai penuh dan bergerak sangat cepat,” kata Dia Uddin.

Secara bertahap di Rabu-Kamis, terjadi penggerusan areal dataran Meurah Dua itu.

Areal persawahan dan dataran yang selama ini sebagai lokasi rumah-rumah warga dan MIN di Gampong Seunong hilang tak berdasar tergerus arus.

“Sebelah sana (Seunong) Sekolah MIN, areal sawah dan sejumlah rumah masyarakat ikut ambruk hanya dalam dua hari,” jelasnya.

“Sawah saya seluas satu naleh (2.500 meter) di sebelah Seunong ikut hilang tergerus banjir ini,” ungkapnya sambil menunjuk lokasi areal dataran di Gampong Seunong yang kini telah menjadi jalur aliran sungai.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

Exit mobile version