POPULARITAS.COM – Gempa bermagnitudo 7,7 memberikan dampak cukup besar di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa tersebut tidak hanya mengakibatkan adanya korban jiwa, melainkan juga berdampak terhadap bangunan, infrastruktur dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Diketahui, gempa NTT itu berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa berada 30 kilometer arah timur laut pada kedalaman 15 kilometer.
Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores. Di mana itu pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada 1992.
Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8/2026) pukul 19.48 Wita, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 47 korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan merinci, 24 korban meninggal berada di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.
“Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ujar Berton dalam siaran pers yang diterima, Sabtu malam.
Selain menimbulkan korban jiwa, lanjut Berton, gempa NTT M 7,7 juga menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan data BNPB, sebanyak 346 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
“Sedangkan rumah dalam kondisi rusak berat 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit,” jelasnya.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah NTT. Puluhan fasilitas pendidikan tersebut tersebar di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
“Data sementara pukul 18.00 Wita, Sabtu (15/8/2026), fasilitas pendidikan yang rusak 87 unit,” ujar Berton.
Selain fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 18 unit, tempat ibadah 5 unit, dan kantor 6 unit.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan pascagempa di NTT.
“Ada beberapa jalan yang longsor tertutup. Tak hanya itu, terdapat lima bandara yang terdampak dan mengalami kerusakan. Tetapi bukan runway yang terdampak rusak. Apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat, itu di gedung terminal, ada 5,” tutur dia.
Di sisi lain, dua pelabuhan turut terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.


Leave a comment