POPULARITAS.COM – Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi tantangan di daerah. Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sebanyak lima dari 19 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana bantuan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penyaluran MBG kepada ribuan penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita yang selama ini bergantung pada layanan program tersebut.
Penghentian operasional lima dapur MBG itu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, program yang digadang-gadang menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan menekan angka stunting kini mengalami gangguan akibat persoalan administrasi pencairan anggaran.
“Untuk saat ini dari jumlah 19 SPPG, lima di antaranya tidak dapat beroperasional hingga menunggu proses administrasi pencairan dana bantuan kembali dari BGN untuk SPPG tersebut,” kata Koordinator MBG Wilayah Abdya, Raissa Ardila, Selasa (9/6/2026).
Menurut Raissa, pengelola SPPG sebelumnya telah melaporkan kondisi saldo virtual account (VA) yang semakin menipis kepada tim keuangan BGN. Laporan tersebut disampaikan sebagai upaya mengantisipasi terhentinya layanan di lapangan.
Ia menyebutkan, proses pencairan dana sebenarnya telah mulai berjalan sejak akhir pekan lalu. Karena itu, pihaknya berharap seluruh SPPG yang terdampak dapat segera kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan.
“SPPG sudah melaporkan menipisnya saldo di virtual account kepada tim keuangan di BGN. Mudah-mudahan minggu ini dana masuk kembali sehingga SPPG dapat beroperasi seperti biasa,” ujarnya.
Selain berkoordinasi dengan BGN, pihak MBG Abdya juga telah meminta pengelola SPPG untuk menyampaikan informasi tersebut kepada person in charge (PIC) di sekolah dan posyandu agar para penerima manfaat memahami penyebab terhentinya layanan.
“Kami juga sudah mengarahkan pihak SPPG untuk menginformasikan terkait ini kepada PIC di sekolah dan posyandu. Semua sedang proses dan pencairan sudah mulai masuk sejak Jumat hingga Senin kemarin,” jelasnya.
Sejumlah penerima manfaat mengaku kecewa karena distribusi makanan bergizi yang selama ini rutin diterima mendadak terhenti. Mereka berharap pemerintah pusat melalui BGN dapat segera menuntaskan proses administrasi dan memastikan pendanaan program berjalan lancar agar layanan tidak kembali terganggu.

Leave a comment