POPULARITAS.COM – Aksi demonstrasi rakyat di Jakarta dan upaya meredam gejolak oleh Polri lewat tembakan gas air mata, jadi berkah tersendiri bagi Dedy (40). Pria itu lebih memilih memulung selongsong gas air mata yang berserakan dibandingkan dengan menjarah seperti yang lain.
Aksi Dedy memunguti selongsong gas air mata itu, bahkan didukung oleh personel Polri yang bertugas. Pria itu satu-persatu mengambil bekas tabung peluru untuk dikumpulkan di depan Mako Brimob, Kwitang, Senin (1/9/2025).
Meski aroma pedih gas air mata masih menyengat, ia tetap sabar mengumpulkan sisa-sisa amunisi tersebut.
Bagi Dedy, selongsong itu bukan sekadar sampah. Barang bekas tersebut bisa dijual ke pengepul logam dengan harga Rp 12.000 per kilogram dalam kondisi biasa, dan hingga Rp 18.000 per kilogram jika isi tabung sudah dibersihkan.
“Awalnya saya takut diusir, tetapi ternyata anggota Brimob tidak melarang. Bahkan ada yang bilang silakan saja kalau mau ambil. Jadi ya saya kumpulin,” ujar Dedy kepada wartawan.
Sebelum memungut, Dedy sempat memastikan kepada pengepul apakah barang itu bisa diterima. “Saya coba tanya dahulu. Kalau mereka mau beli ya saya terusin. Ternyata diterima, ya saya jual saja,” katanya.
Sejak Sabtu (30/8/2025), Dedy sudah berhasil mengumpulkan belasan kilogram selongsong gas air mata. Hasil penjualannya cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
“Kemarin saya dapat Rp 200.000, hari ini sudah Rp 120.000. Kalau ditotal lumayan lah buat makan,” jelasnya.
Ia mengaku lebih memilih berburu selongsong dibandingkan ikut menjarah besi dari halte, pagar, atau kendaraan yang rusak akibat kerusuhan. “Ya mending kumpulin beginian, risikonya cuma pedih di mata. Kalau nyolong besi kan bisa masuk penjara,” ujarnya sambil tersenyum pahit.
Sementara itu, kondisi di sekitar Mako Brimob Kwitang mulai berangsur normal. Penjagaan aparat masih ada, tetapi tidak seketat saat kerusuhan berlangsung. Beberapa anggota Brimob hanya mengenakan rompi antipeluru, sementara yang lain berjaga tanpa senjata gas air mata.
Sebagian bahkan tampak berbaur dengan warga yang kembali beraktivitas di taman depan markas.
Di dalam area Mako Brimob, sejumlah kendaraan taktis tetap disiagakan di balik pagar besar sebagai langkah antisipasi. Namun, suasana yang lebih tenang memberi sinyal bahwa kondisi pascakerusuhan perlahan membaik.

Leave a comment