POPULARITAS.COM – ABP (12) kelas VII SMPN 1 Geyer, Jawa Tengah, hembuskan nafas terakhir. Diduga, pelajar itu meninggal akibat dibully kawan-kawan sekolahnya. Pada tubuhnya didapat luka memar, patah tulang leher hingga penggumpalan darah. Kondisi itu sebabkan putra dari Sawindra itu nyawanya tak tertolong.
Saat ABP meninggal dunia, kedua orangtuanya sedang bekerja di Cianjur, Jawa Barat. Dari penuturan ayah korban, didapati beberapa luka fatal yang berakibat anak kesayangannya itu meninggal dunia.
“Ada luka bagian belakang leher, tulang patah dan pembekuan darah di otak,” katanya, Selasa (14/10/2025).
Sawindra menegaskan, kematian putranya bukan akibat penyakit, melainkan karena dikeroyok oleh teman-temannya di sekolah. Korban diduga di-bully dalam posisi satu lawan banyak hingga tidak berdaya.
“Fix dari pembully-an, anak saya sehat. Dia dikeroyok terus, kalah terus dikeroyok,” tambah Sawindra dengan nada sedih.
Keluarga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perundungan yang menimpa anak mereka.
“Mohon bantuannya seadil-adilnya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Kami mohon bantuan Kapolres, Kapolda, dan Pak Gubernur,” harap Sawindra.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Geyer Sukatno menjelaskan pihak sekolah tidak mengetahui kejadian secara langsung karena berlangsung saat jam istirahat. Meskipun sekolah memiliki CCTV, lokasi kejadian berada di area lapangan yang tidak terpantau secara penuh. CCTV yang ada sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Hingga kini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Grobogan masih menangani kasus ini. Beberapa barang bukti dan saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.

Leave a comment