POPULARITAS.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie menerima alokasi anggaran lebih dari Rp 1 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk merehabilitasi tambak yang rusak akibat banjir pada akhir 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Pidie, Azhari, mengatakan anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi lahan tambak di tiga kecamatan yang terdampak paling parah, yakni Simpang Tiga, Kembang Tanjong, dan Glumpang Baro.
“Pagu anggaran untuk rehabilitasi lahan tambak di tiga kecamatan sebesar Rp1 miliar,” kata Azhari dilansir AJNN, Minggu (12/7/ 2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan, luas tambak yang terdampak banjir mencapai 1.214 hektare. Namun, keterbatasan anggaran membuat rehabilitasi belum dapat menjangkau seluruh lahan yang mengalami kerusakan.
“Kami mengupayakan rehabilitasi lahan tambak berdasarkan ketersediaan anggaran yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pidie mengalokasikan total Rp 16,8 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dampak banjir pada masa transisi darurat.
Dari total anggaran tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima alokasi terbesar, yakni Rp 10,2 miliar. Selanjutnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) memperoleh Rp 3,9 miliar, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Rp 686 juta, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) lebih dari Rp 1 miliar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp 949 juta.
Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak banjir, termasuk infrastruktur, permukiman, pertanian, perikanan, dan penanganan kebencanaan.

Leave a comment