Home News DPR Kritik Rencana Naturalisasi Jelang Piala Dunia U-20
NewsOlahraga

DPR Kritik Rencana Naturalisasi Jelang Piala Dunia U-20

Share
DPR Kritik Rencana Naturalisasi Jelang Piala Dunia U-20
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (kanan) dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bersiap memberikan keterangan pers usai menandatangani nota kesepahaman terkait fasilitas Pelatnas Timnas U-19 dalam rangka persiapan Piala Dunia U-20 di Jakarta, Senin (27/7/2020). Timnas U-19 mendapatkan bantuan anggaran sekitar Rp50,6 miliar untuk fasilitas bagi 46 atlet, tujuh pelatih asing maupun lokal, dan delapan tenaga pendukung dalam mempersiapkan tim menghadapi Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengkritik rencana naturalisasi pemain asing menjelang Piala Dunia U-20 2021 yang dinilai hanyalah cara instan meraih prestasi, tetapi tak menyelesaikan akar persoalan pembinaan sepak bola Tanah Air.

“Rencana naturalisasi pemain besar-besaran agar berprestasi di Piala Dunia U-20 sangat bertentangan dengan filosopi olahraga prestasi di Indonesia. Langkah itu ibarat jalan pintas yang belum tentu menghasilkan prestasi yang diidamkan,” ujar Syaiful Huda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2020) dilansir Antara.

Jika wacana tersebut benar adanya, Syaiful menilai bahwa langkah naturalisasi justru akan membawa dampak negatif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Di antara dampak negatif yang tak terelakkan terjadi adalah terpuruknya mental para pemain muda di Indonesia karena merasa tidak dihargai oleh pemerintah dan PSSI, terlebih mereka telah berlatih keras sejak usia dini.

Tak hanya itu, segala upaya dari pembinaan pemain usia dini selama ini akan sia-sia. Padahal sudah ada peraturan klub di Indonesia yang diminta bahkan diwajibkan untuk mempunyai tim muda serta mencetak pemain handal di masa depan.

“Betapa besar biaya untuk melakukan semua itu. Namun saat ada kebutuhan untuk membentuk tim nasional, tiba-tiba pemerintah dan federasi lebih memilih melakukan naturalisasi pemain. Ini kan sangat ironis,” ujarnya.

Naturalisasi pemain juga menurutnya hanya akan menutupi akar masalah pembinaan sepak bola di Tanah Air, seperti kurikulum pembinaan yang tak seragam, laju kompetisi yang kerap terhenti, hingga rumor dikuasainya saham klub-klub Liga I Indonesia oleh individu atau kelompok tertentu.

Menurut Syaiful, justru kendala-kendala tersebut lah yang mesti diurai untuk ditemukan solusinya. Bukan malah ditutupi dengan melakukan naturalisasi pemain asing demi meraih prestasi instan.

Wacana naturalisasi pemain asing, khususnya dari Brazil, untuk Piala Dunia U-20 2021, muncul belakangan ini setelah tiga klub Liga 1 yaitu Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United merekrut pemain-pemain remaja dari Negeri Samba.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sebelumnya bahkan sempat menyatakan jika opsi naturalisasi pemain sangat mungkin dilakukan melalui klub-klub Liga 1.

“Beberapa klub ada yang melakukan naturalisasi. Kalau nantinya bisa dipakai (Timnas Indonesia) kan bagus. Kita bisa bantu percepatan perpindahan kewarganegaraannya,” ujar Iriawan saat menjadi narasumber webminar di salah satu media nasional, Jumat (10/7/2020).[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version