Home Hukum DPR RI: Anggaran Kecil Picu Pembalakan Liar di Daerah
HukumNews

DPR RI: Anggaran Kecil Picu Pembalakan Liar di Daerah

Share
DPR RI: Anggaran Kecil Picu Pembalakan Liar di Daerah
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan minimnya alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi di Tanah Air untuk sektor kehutanan dapat memicu pembalakan liar karena kurangnya pengawasan di lapangan.

“Contohnya di Lampung hutan lindung seluas itu, alokasi APBD cuman Rp14 miliar untuk Dinas Kehutanan,” kata dia saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Rabu (8/7/2020) dilansir Antara.

Akibatnya, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) saat ini sedang marak-maraknya menemukan orang yang mencuri kayu sonokeling. Bahkan, lokasi tersebut tidak jauh dari kota, salah satunya Kabupaten Pesawaran di kawasan hutan lindung.

“Itu masih banyak sekali, hari ini ditangkap pekan depan ada lagi yang maling,” katanya.

Bahkan, lebih miris lagi, di Lampung anggaran untuk sektor pertanian tidak sampai Rp10 miliar. Ia menilai jika hanya mengandalkan pemerintah daerah maka upaya penanganan masalah tersebut akan sulit diatasi.

Melihat kondisi di Provinsi Lampung tersebut, Sudin meminta setiap anggota Komisi IV DPR melaporkan dan memberikan informasi kepada kementerian terkait perihal alokasi APBD untuk dinas kehutanan.

Ia menambahkan jika melihat peta jalan atau roadmap yang disusun oleh KLHK untuk penanganan masalah lingkungan hidup dinilai sudah cukup baik, hanya saja praktik atau pelaksanaan di lapangan tidak segampang itu.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan biasanya daerah-daerah yang memiliki luas hutan produksi cukup besar, maka alokasi APBD juga banyak sebagai contoh Sumatera Selatan.

“Alokasi APBD untuk Sumatera Selatan itu sebesar Rp37 miliar,” kata dia.

Selain itu, Siti mengatakan sebetulnya APBN bisa didekonsentrasikan. Artinya, KLHK mulai menstimulus pemerintah provinsi dengan dana yang dilimpahkan kepada Sekretaris Daerah.

“Pilihan yang lain ialah Dana Alokasi Khusus, itu sebetulnya juga menolong karena rata-rata tiap tahun kita mendapatkan Rp500 miliar, tetapi kelihatannya kita belum terlibat,” katanya.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi...

News

Prabowo Ulang Tahun Ke-75

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu (17/10/2026)....

InternasionalNews

Baru 5 Hari Kerja, Sekretaris Pers Donald Trump Dipecat

POPULARITAS.COM –  Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia dipecat, padahal baru lima...

News

4 Petugas Meninggal saat Padamkan Karhutla di Bromo

POPULARITAS.COM – Empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Exit mobile version