POPULARITAS.COM – Kabupaten Aceh Jaya di provinsi Aceh, banyak sekali menyimpan spot destinasi wisata, bahkan sebagian besar belum terjamah dengan baik. Salah satunya adalah Pulo Keuluang di Gampong Ujong Sudheun. Dikawasan ini, juga terdapat gua yang dihuni ribuan kelelawar, sehingga menambah eksotismenya.
Jejeran hutan perawan dan pepohonan bakau membuat kawasan ini nian asri dan sejuk. Pasir putih dan deburan ombak serta desir angin, memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
Di tempat ini, ada begitu banyak spot-spot yang bisa dijadikan swafoto, hutan hujan tropisnya, pantainya, deburan ombak, karang-karang terjal dan suasana menunggu sunset atau matahari tenggelam.
Untuk ke sini, kita harus berkendara dari kota Banda Aceh ke Aceh Jaya dengan jarak tempuh satu hingga dua jam, baik menggunakan mobil atau motor.
Dalam perjalanan, kita juga dapat melihat secara keseluruhan Pulo Keuluang dari kawasan puncak pegunungan Geurutee yang didukung dengan panorama indah.
Tiba di Gampong Ujong Sudheun, selanjutnya kita akan menyeberang ke Pulo Keuluang sekitar 15 hingga 20 menit menggunakan boat warga yang tersedia dengan tarif Rp 300-an ribu.
Sampai di lokasi, pengunjung nantinya disambut dengan hamparan pasir putih melengkung yang mengikuti garis pantai, serta panorama bahari yang indah.
Perairan Pulo Keuluang juga bisa menjadi salah satu alternatif para wisatawan untuk snorkeling melihat dunia bawah laut yang indah. Kawasan ini banyak ditumbuhi terumbu karang yang indah.

Terumbu karang itu menjadi rumah bagi ikan-ikan dan biota laut lain yang bermain, seolah-olah mengucapkan selamat datang dan mengajak para pengunjung bermain.
Tak hanya itu, di kawasan tersebut juga terdapat beberapa gua alami yang terbilang sudah sangat lama, serta menjadi sarang burung walet hingga kelelawar. Menariknya, gua ini berada di lautan yang hanya bisa dikunjungi saat air laut pasang dengan menggunakan perahu motor. Di dalam gua juga terlihat kawanan kelelawar yang bergantungan.
Meski demikian, pulau ini belum dimaksimalkan sebagai lokasi wisata atau objek destinasi yang bisa menjadi sektor perekonomian baik bagi Aceh Jaya.
Oleh karena itulah, semua pihak terkait dinilai perlu untuk lebih mendorong kawasan ini sebagai salah satu ekowisata alam yang ada di Tanah Rencong.
Salah seorang pemandu, yakni Azhari mengaku bahwa sebelum Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Aceh, pulau ini kerap dikunjungi oleh pelancong yang berasal dari luar Aceh Jaya. “Biasanya mereka menginap (kemping) satu malam, besoknya pulang,” ujarnya kepada popularitas.com.
“Tetapi yang biasanya datang hanya laki-laki, dan itu juga sudah kesepakatan bersama sesuai aturan dari gampong, siapa pun yang berkunjung harus mentaati peraturan yang ada,” tambahnya.
Zamil salah satu pelancong yang sempat datang ke pulau ini mengaku sangat bangga dengan adanya Pulo Keuluang sebagai salah satu destinasi wisata di Aceh Jaya.
Warga asli Aceh Jaya ini juga berharap agar pihak terkait dapat mengembangkan wilayah tersebut sebagai salah satu wisata yang menarik bagi para pelancong. “Yang pastinya kita berharap potensi ini bisa lebih dikembangkan lagi, sehingga nantinya dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat, khususnya Aceh Jaya,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal menambahkan, pihaknya telah berkordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan kota, untuk melakukan pendataan dan identifikasi sejumlah destinasi wisata baru yang dapat dikembangkan. pendataan tersebut sangat penting agar dapat dilakukan langkah-langkah untuk mengembangkan lokasi tersebut sebagai salah satu tujuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara nantinya.
Dia mengakui bahwa, Aceh Jaya merupakan salah satu kabupaten yang banyak menyimpan ragam pesona wisata yang perlu perhatian bersama untuk dikembangkan. Karnanya, Ia juga mengajak semua pihak dan elemen masyarakat, untuk saling berkordinasi dengan bekerjasama, terutama para pebisnis dan pelaku usaha kepariwisataan, untuk bersama-sama mengembangkan berbagai destinasi wisata yang ada. Pemerintah sendiri, akan terus berbenah, baik melalui dukungan infrastruktur dan aspek-aspek lainnya guna memastikan destinasi wisata baru dapat berkembang dan jadi destinasi unggulan lainnya.