Home News Evakuasi Lisa Pratiwi di Tibu Ijo Dramatis, Tim SAR Butuh 9 Jam
News

Evakuasi Lisa Pratiwi di Tibu Ijo Dramatis, Tim SAR Butuh 9 Jam

Share
Evakuasi Lisa Pratiwi di Tibu Ijo Dramatis, Tim SAR Butuh 9 Jam
Tim SAR memasukkan kantong berisi jenazah Lisa Pratiwi yang ditemukan seusai hilang terseret arus di Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Rabu (8/4/2026) dini hari. (Beritasatu.com/Muhammad Awaludin)
Share

POPULARITAS.COM – Evakuasi jenazah Lisa Pratiwi (25), wisatawan yang terseret arus di kawasan Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan membutuhkan hampir sembilan jam untuk mengangkat korban yang terjepit batu besar di aliran sungai.

Korban yang merupakan warga Ampenan Otak Desa, Kota Mataram, itu berhasil dievakuasi pada Rabu (6/4/2026) sekitar pukul 00.15 Wita. Proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah petugas mendatangkan alat berat berupa ekskavator. Setelah itu, jenazah Lisa dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram untuk proses autopsi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mengatakan posisi korban sebenarnya telah ditemukan sejak Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 17.39 Wita. Namun, tubuh korban terhimpit batu besar di dasar aliran sungai sehingga evakuasi tidak bisa segera dilakukan. “Tim membutuhkan waktu lama untuk melakukan evakuasi,” kata Bustanil.

Menurut Bustanil, derasnya arus sungai dan posisi batu yang sulit dijangkau membuat petugas tidak dapat mengevakuasi korban dengan peralatan manual. Tim SAR gabungan kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendatangkan satu unit ekskavator ke lokasi.

“Sampai dengan pukul 00.15 Wita tadi, setelah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan menggunakan alat berat berupa satu ekskavator, korban akhirnya berhasil ditarik keluar dari himpitan batu,” ujarnya.

Sebelumnya, Lisa Pratiwi hilang setelah terseret arus sungai saat berwisata di kawasan Air Terjun Tibu Ijo pada Minggu (6/4/2026) siang. Saat itu, debit air sungai meningkat akibat cuaca. Tim SAR Mataram langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai, area bebatuan, hingga sekitar air terjun. Medan yang berat, arus yang deras, serta posisi korban di celah sempit di antara batu besar membuat proses pencarian dan evakuasi berlangsung sulit. Kondisi itu memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati agar tidak membahayakan tim di lapangan.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polresta Mataram, Koramil Gunung Sari, BPBD Lombok Barat, Polsek Gunung Sari, Camat Gunung Sari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tim medis Rumah Sakit Bhayangkara, perangkat desa, relawan, serta warga setempat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Proses evakuasi berlangsung cukup berat dan membutuhkan koordinasi yang baik di lapangan,” kata Bustanil. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai dan air terjun, terutama saat cuaca mendung atau hujan. “Jika cuaca mulai mendung atau debit air meningkat, sebaiknya segera menjauh dari lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Bustanil. (hsn)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version