POPULARITAS.COM – Evakuasi jenazah Lisa Pratiwi (25), wisatawan yang terseret arus di kawasan Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan membutuhkan hampir sembilan jam untuk mengangkat korban yang terjepit batu besar di aliran sungai.
Korban yang merupakan warga Ampenan Otak Desa, Kota Mataram, itu berhasil dievakuasi pada Rabu (6/4/2026) sekitar pukul 00.15 Wita. Proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah petugas mendatangkan alat berat berupa ekskavator. Setelah itu, jenazah Lisa dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram untuk proses autopsi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, mengatakan posisi korban sebenarnya telah ditemukan sejak Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 17.39 Wita. Namun, tubuh korban terhimpit batu besar di dasar aliran sungai sehingga evakuasi tidak bisa segera dilakukan. “Tim membutuhkan waktu lama untuk melakukan evakuasi,” kata Bustanil.
Menurut Bustanil, derasnya arus sungai dan posisi batu yang sulit dijangkau membuat petugas tidak dapat mengevakuasi korban dengan peralatan manual. Tim SAR gabungan kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendatangkan satu unit ekskavator ke lokasi.
“Sampai dengan pukul 00.15 Wita tadi, setelah berkoordinasi dengan Kementerian PU dan menggunakan alat berat berupa satu ekskavator, korban akhirnya berhasil ditarik keluar dari himpitan batu,” ujarnya.
Sebelumnya, Lisa Pratiwi hilang setelah terseret arus sungai saat berwisata di kawasan Air Terjun Tibu Ijo pada Minggu (6/4/2026) siang. Saat itu, debit air sungai meningkat akibat cuaca. Tim SAR Mataram langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai, area bebatuan, hingga sekitar air terjun. Medan yang berat, arus yang deras, serta posisi korban di celah sempit di antara batu besar membuat proses pencarian dan evakuasi berlangsung sulit. Kondisi itu memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati agar tidak membahayakan tim di lapangan.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polresta Mataram, Koramil Gunung Sari, BPBD Lombok Barat, Polsek Gunung Sari, Camat Gunung Sari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tim medis Rumah Sakit Bhayangkara, perangkat desa, relawan, serta warga setempat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Proses evakuasi berlangsung cukup berat dan membutuhkan koordinasi yang baik di lapangan,” kata Bustanil. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai dan air terjun, terutama saat cuaca mendung atau hujan. “Jika cuaca mulai mendung atau debit air meningkat, sebaiknya segera menjauh dari lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Bustanil. (hsn)

Leave a comment