Home News Geser Libur Nasional, Satgas Antisipasi Lonjakan Covid-19
News

Geser Libur Nasional, Satgas Antisipasi Lonjakan Covid-19

Share
Jumlah pemudik lebaran 2026 di prediksi 155 juta orang
Ilustrasi, mudik. (Foto:Bisnis.com)
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang menetapkan perubahan tiga hari libur nasional.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, hari libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan Maulid Nabi Muhammad SAW masing-masing dimundurkan satu hari menjadi 11 Agustus dan 20 Oktober 2021, sedangkan cuti bersama Natal pada 24 Desember 2021 ditiadakan.

Wiku menegaskan, ketetapan ini bukan untuk melanggar hak pekerja, melainkan sebagai bentuk antisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 setelah periode libur panjang.

“Saya perlu tekankan di sini bahwa kebijakan pemerintah dalam menggeser hari libur merupakan upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus pascalibur panjang,” kata Wiku dalam rilis tertulis seperti dilansir dari Antara, Selasa (22/6/2021).

Selain itu, pemerintah juga memotivasi optimalisasi PPKM mikro dan posko sesuai fungsinya. Pemerintah daerah diimbau peka membaca data tren pergerakan kasus Covid-19 di wilayah setempat, karena zonasi kabupaten atau kota yang bersifat dinamis memerlukan pemantauan berkala.

“Pemerintah daerah harus lebih peka dalam membaca data tren zonasi di wilayahnya. Jika lebih dari sepekan zonasi masih tetap di zona oranye atau merah, upaya penanganan seperti PPKM mikro harus dievaluasi,” tutur Wiku.

Menurut Wiku, ketika kabupaten atau kota diinstruksikan menjalankan PPKM oleh pemerintah provinsi, maka secara otomatis seluruh desa dan kecamatan di bawah kabupaten atau kota itu serta menjalankan PPKM mikro.

Langkah lain yang diambil pemerintah, adalah mempercepat program vaksinasi nasional demi mencapai kekebalan komunal. Salah satunya lewat kedatangan 10 juta vaksin Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku pada Minggu (20/6) lalu.

Wiku mengingatkan, masyarakat yang sudah menerima vaksin tetap dianjurkan #ingatpesanibu untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang sesuai, yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Saya telah memperoleh vaksin lengkap dua kali dan saat ini dinyatakan positif Covid-19. Hal ini memperlihatkan bahwa penularan masih ada dan vaksin tidak sepenuhnya melindungi dari penularan, kekebalan individu tidak cukup dalam meredam penularan dan untuk mengatasinya dibutuhkan kekebalan komunal,” kata Wiku.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version