Home News HAkA Kampanyekan Stop Deforestasi
News

HAkA Kampanyekan Stop Deforestasi

Share
HAkA Kampanyekan Stop Deforestasi .Poto : HAkA
Share

POPULARITAS.COM – Banjir yang melanda berbagai wilayah di Aceh pada Akhir Tahun 2025 lalu bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Bencana ini merupakan akumulasi dari kerusakan ekologis yang terus dibiarkan, terutama akibat deforestasi hutan yang masif dan berkepanjangan.

Hilangnya tutupan hutan telah merusak keseimbangan alam dan menghilangkan fungsi hutan sebagai pelindung alami dari bencana hidrometeorologis.

Juru Kampanye Hutan dan Satwa Liar Yayasan HAkA, Raja Mulkan, menyerukan penghentian deforestasi sebagai langkah mendesak untuk memutus mata rantai bencana di Aceh.

“Melalui aksi Kampanye “Stop Deforestation,” ini adalah peringatan bahwa kerusakan hutan hari ini akan menjadi penderitaan masyarakat di masa depan. Penyeruan ini bukan hanya ditujukan kepada pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelas Mulkan, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).

Perlindungan hutan, sebut Mulkan,  tidak dapat diserahkan kepada satu pihak semata. Tanpa kesadaran kolektif dan keberanian untuk menghentikan praktik perusakan hutan, Aceh akan terus menghadapi krisis ekologis yang berulang.

Hutan Aceh adalah benteng terakhir hutan yang ada di pulau sumatera, memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, sumber keanekaragaman hayati, serta benteng alami terhadap bencana.

“Kehilangan hutan berarti kehilangan perlindungan, kehilangan ruang hidup, dan kehilangan masa depan. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan hutan, dan kebijakan yang melemahkan perlindungan lingkungan harus dihentikan,” tegasnya.

Raja Mulkan menambahkan, meski Aceh punya hutan terluas di pulau Sumatera, itu bukan jaminan daerah ini bebas dari bencana hidrometeorologis.

Faktanya, sekitar 47 persen daratan Aceh berada di wilayah dengan lereng curam hingga sangat curam.

“ Sebagai bahan refleksi, apakah bencana banjir yang kita alami sanggup mencegah manusia untuk tidak merusak hutan lagi ? banjir yang terjadi saat ini seharusnya menjadi titik balik untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam,” sebut Mulkan.

Yayasan HAkA mengajak semua pihak untuk melihat hutan bukan sebagai komoditas semata, tetapi sebagai penentu keselamatan dan keberlanjutan hidup bersama.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

Exit mobile version