POPULARITAS.COM – Harga nilam Aceh mengalami kenaikan tipis dalam beberapa waktu terakhir dan kini berada di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam kategori normal dan belum dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global.
Kepala Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala, Syaifullah Muhammad, mengatakan pergerakan harga nilam saat ini lebih disebabkan oleh pola musiman tahunan yang cenderung berulang.
“Kalau menurut saya ini karena memang periodenya pada harga middle. Biasanya tiap tahun ada tiga kloter harga, yaitu rendah, sedang, dan tinggi,” kata Syaifullah melansir AJNN, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, pada awal tahun, yakni Januari hingga April, harga nilam umumnya berada di level rendah dengan kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 850 ribu per kilogram.
Selanjutnya, memasuki pertengahan tahun, Mei hingga Agustus, harga bergerak naik ke level sedang di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 950 ribu per kilogram.
“Sementara pada akhir tahun, September hingga Desember, harga biasanya berada di level tinggi, yakni di atas 950 ribu per kilogram. Pola ini hampir terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Selain faktor siklus harga, Syaifullah juga menybutkan bahwa produksi nilam saat ini mengalami sedikit peningkatan. Hal ini turut memengaruhi kestabilan harga di tingkat pasar.
Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya dampak signifikan dari kondisi geopolitik global terhadap harga nilam Aceh.
“Belum ada pengaruh signifikan dari geopolitik dunia terhadap harga nilam saat ini,” katanya.
Ia menilai, selama pola produksi dan permintaan tetap stabil, harga nilam diperkirakan masih akan mengikuti tren musiman yang sama hingga akhir tahun.

Leave a comment